Tuesday, 31 Mar 2020
Temukan Kami di :
News

Cerita Diancam Kepala Dibelah saat Diculik, Ninoy: Saya Mau Dieksekusi Ala ISIS

Aisyah Isyana - 08/10/2019 09:27

Beritacenter.COM - Relawan Jokowi Ninoy Karundeng mengungkap insiden penculikan dan penganiayaan yang menimpa dirinya. Skema penculikan itu disebut Ninoy seperti ISIS, lantaran dirinya sempat mendapat ancaman akan dibunuh dengan menggunakan kapak.

Menurutnya, massa yang melakukan penganiayaan terhadap dirinya dikoordinir seseorang yang disebut habib. Ninoy menyebut jika habib itulah yang juga merencanakan skema pembunuhan ke dirinya, dengan menacari ambulans untuk membuang jasadnya.

Baca juga :

"Mau disediakan ambulans untuk membelah kepala saya. Di situlah saya ketakutan yang paling gila itu," kata Ninoy di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/10/2019).

Ninoy menyebut ancaman pembunuhan dengan mengancam membelah kepalanya dengan menggunakan kapak itu sama seperti skema pembunuhan yang dilakukan ISIS. "Saya ingat wah ini kelakuan ISIS nih saya mau dieksekusi ala ISIS nih," jelas Ninoy.

Selain itu, Ninoy juga sudah memperkirakan sebelumnya, jika video terkait dirinya akan disebar oleh massa. "Sehabis itu nanti diviralkan. Nah ternyata versinya benar otak saya di situ. Sudah lah susah saya ingat-ingat itu," kata Ninoy.

Untuk diketahui, kasus ini mencuat usai Ninoy disebut diculik sejumlah orang saat tengah berada di tengah aksi di Pejompongan, Jakarta Pusat. Ninoy diculik oleh massa saat dirinya tengah memotret orang-orang yang terkena gas air mata saat demo, Senin (30/9).

Sejauh ini, polisi telah menetapkan 11 tersangka dalam kasus tersebut. Para tersangka memiliki berbeda-beda, seperti perekam, menyebarkan video Ninoy mengintimidasi hingga melakukan penganiayaan. Adapula tersangka yang mengancam membunuh Ninoy.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA