Wednesday, 16 Oct 2019
Temukan Kami di :
Kesehatan

Waspada! Kurang Tidur 6 Jam Semalam Berpotensi Tingkatkan Kematian Akibat Kanker

Aisyah Isyana - 08/10/2019 08:20

Beritacenter.COM - Seseorang yang kurang tidur tentan terserang berbagai macam masalah kesehatan. Tak hanya menurunkan fokus dan perhatian seseorang, jam tidur yang kurang dapat meningkatkan resiko penyakit seperti kanker.

Kurang tidur paling sedikit enam jam semalam dapat menimbulkan dampak kesehatan yang tak main-main. Kurang tidur dapat meningkatkan risiko kematian lebih awal serta resiko kanker, sebagaimana dilansir The Independent.

Jam tidur yang kurang dapat berakibat fatal terhadap seseorang. Dampak buruk itu berakibat fatal bagi penderita tekanan darah tinggi, diabetes tipe-2, penyakit jantung, serta stroke. Faktor resiko dampak jangka panjang kurangnya tidur telah diteliti dan dipublikasi Jorunal of the American Herat Association.

Jurnal itu menyebutkan bahwa tidur sekitar delapan jam setiap malam disebut peneliti dapat bermanfaat membatu orangtua terjaga dari satu atau dua masalah kesehatan. Adapun temuan itu didapat dari analisis terhadap 1.654 orang dewasa yang pola tidurnya telah diteliti.

Adapun penelitian itu dilakukan pada tahun 1991 hingga 1998. Pada tahun 2016, terdapat 512 partisipan yang meninggal dan sekitar sepertiga mengalami penyakit jantung atau stroke serta seperempat mengalami kanker.

Risiko kematian penyakit jantung atau stroke berlipat dua pada orang yang memiliki tekanan darah tinggi dan diabetes yang tidur kurang dari enam jam. Namun ketika mereka tidur lebih lama, risiko tersebut menurun jumlahnya.

Penelitian menyebutkan bahwa risiko kematian karena kanker dapat berlipat tiga pada mereka yang memiliki penyakit jantung atau stroke. Resiko itu akan dialami orang yang kurang tidur kurang dari enam jam.

"Memiliki jam tidur yang normal mungkin melindungi sejumlah orang dengan kondisi kesehatan dan risiko ini," terang Prof. Julio Fernandez-Mendoza dari Pennsylvania State College of Medicine.

"Durasi tidur yang singkat seharusnya dimasukkan sebagai faktor risiko untuk menebak dampak jangka panjang dan sebagai target praktik klinis umum maupun khusus," sambungnya.

Hasil temuan ini disebut oleh Mendoza bisa membantu mengidentifikasi dan memecahkan masalah tidur yang berdampak pada kesehatan. Hal ini bisa menjadi cara menemukan penanganan dan dampak jangka panjang yang mungkin dialami seseorang.




Berita Lainnya

Benarkah Air Leman Mempu Turunkan Berat Badan

16/10/2019 13:55 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA