Wednesday, 16 Oct 2019
Temukan Kami di :
Ekonomi

Perang Dagang AS Menjatuhkan Bursa Wall Street

Anas Baidowi - 03/10/2019 07:47

Beritacenter.COM - Perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China mengancam perekonomian Amerika Serikat, akibatnya indeks-indeks utama pada Bursa Wall Street mengalami penurunan satu hari tertajam dalam hampir enam minggu pada akhir perdanganan Rabu (Kamis pagi WIB).


Yang jadi kekhawatiran perdagangan, AS memenangkan persatujuan pada Rabu (2/10) untuk memungut tarif impor senilai 7,5 milar dolar AS barang-barang Eropa atas subsidi ilegal UE yang diserahkan ke Airbus, mengancam akan memicu perang dagang trans-Atlantik yang bersifat sementara.

Semua 11 indeks sektor utama S&P turun, dengan sektor energi dan keuangan masing-masing turun lebih dari dua persen.

Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP menunjukkan pertumbuhan gaji swasta pada Agustus tidak sekuat yang diperkirakan sebelumnya, dan mengatakan "dunia usaha telah menjadi lebih berhati-hati dalam perekrutan mereka," dengan perushaan-perusahaan kecil menjadi "sangat ragu-ragu."

Itu menambaj kekhawatiran yang dipicu pada Selasa (1/10) saat sebuah laporan menunjukkan aktivitas pabrik AS mengalami kontraksi ke level terendah dalam lebih dari satu dekade.

"Fakta bahwa sisi manufaktur ekonomi di AS dan secara global sendang melakukan ghal yang buruk tidak seharusnya menjadi berita baru bagi siap pun. Tetapi tingkat keghagalan kemarin adalah sesuatu yang mendorong langkah dua hari ini," kata Kepala Strategi Ekuitas dan Derivatif AS di BNP Paribas, Greg Boutle.

Data yang lemah baru-baru ini telah mengguncang kepercayaan investor pada kekutan ekonomi domestik, yang telah menunjukkan ketahanan ralatig dalam menghadapi perlambatan pertumbuhan global. Kepercayaan dalam ekonomis AS telah membantu mendukung Wall Street tahun ini.

"Jika China membeli lebih sedikit dari kami, kami memiliki lebih sedikit untuk diproduksi, lebih sedikit pasangan untuk diisi. Data ini menunjukkan kita tidak kebal terhadap sengketa perdagangan ini, yang merugikan kita dan juga China," kata Kepala Investasi CFRA Research Sam Stovall.

Fokusnya sekarang pada laporan pekerjaan yang lebih komprehensif dari Departemen Tenaga Kerja AS pada Juma (4/10) untuk petunjuk labih lanjut tentang kesehatan ekonomi AS.

Indeks S&P 500 dan Dow Jones tergelincir di bawah MA (moving average) 100-hari untuk pertama kalinya dalam sekitar sebulan. Banyak investor percaya bahwa jatuh di bawah rat-rata pergerakan seperti itu berarti indeks cenderung jatuh lebih jauh.

Indeks S&P 500 sekarang sekitar lima persen di bawah rekor tertingginya sepanjang masa pada Juli setelah mencapai jarak yang sangat dekat dari tanda dua minggu lalu. Selama 12 bulan terkahir, S&P 500 turun sekitar satu persen.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 494,42 poin atau 1,86 persen menjadi berakhir di 26.078,62 poin. Indeks S&P 500 berkurang 52,64 poin atau 1,79 persen, menjadi ditutup di 2.887,61 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun 1123,44 poin atau 1,56 persen, menjadi berakhir di 7.785,25 poin.




Berita Lainnya

Sertifikasi Halal Tidak Lagi Melalui MUI

16/10/2019 21:07 - Indah Pratiwi

Luhut: Indonesia Akan Jadi Negara Besar Dunia

13/10/2019 11:55 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA