Wednesday, 23 Oct 2019
Temukan Kami di :
Ekonomi

Buwas Ngamuk Beras Warga Miskin Diganggu

Indah Pratiwi - 20/09/2019 16:01 Kepala Bulog, Budi Waseso(Buwas)

Beritacenter.COM - Direktur Perusahaan Umum(Perum) Badan Urusan Logistik(Bulog) Budi Waseso meminta bantuan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) untuk mengusut kasus kejahatan yang dilakukan sejumlah oknum penyalur beras Bantuan Pangan non Tunai(BPNT).

Buwas dalam sapanya menyebutkan, KPK akan diajak kerjasama untuk program besar dimana ada beras bernilai Rp60 triliun yang ditujukan untuk warga miskin diganggu oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

"Di Undang-undang KPK kan Rp1 miliar KPK harus ditangani KPK, makanya kami dorong dengan kekuatan KPK," ujar Buwas yang juga mantan Kepala Badan Reserse Kriminal(Kabareskrim) Polri, Jumat (20/9/2019).

Buwas menambahkan, Satgas Pangan saat ini masih menyelidiki untuk membuktikan adanya kejahatan oknum penyalur BPNT yang merugikan warga miskin sebagai penerima beras sejahtera.

Selain itu, kata dia, ada oknum-oknum yang memfitnah dengan menuding beras Bulog tidak berkualitas. Padahal, kata Buwas, beras yang disalurkan Bulog melalui BPNT merupakan beras medium berkualitas.

"Jadi itu memfitnah Bulog, salah satunya, dikasih beras jelek karena kantongnya merek Bulog, maka langsung orang berasumsi itu produk Bulog yang berkutu, jelek bau, dan lain-lain," tuturnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA