Wednesday, 23 Oct 2019
Temukan Kami di :
Teknologi

Awas, Modus Penipuan Berkedok Penggalang Dana Sosial Berjamur di Media Sosial

Indah Pratiwi - 20/09/2019 14:00

Beritacenter.COM - Masyarakat harus ekstra hati-hati terhadap modus-modus kejahatan dan penipuan yang banyak bertebaran di media sosial. Salah satunya adalah modus penipuan berkedok penggalangan dana.

Biasanya mereka para pelaku penipuan menggunakan modus sederhana dengan membuat grup. Kemudian memposting foto atau video untuk meraih simpati dari para pembacanya ke media sosial.

Dari penelusuran, biasanya grup tersebut tidak hanya satu saja. Banyak grup menggunakan keterangan yang sama dan yang berbeda hanyalah nama anak, diagnosis penyakit dan rumah sakit tempat mereka menerima perawatan.

Mereka para pelaku penipuan akan terus mengganti tema yang baru untuk mengumpulkan uang dari masyarakat. Namun, sayangnya masyarakat mudah tertipu dan banyak yang terlanjur menstransfer sejumlah dana melalui rekening yang tertera yang ternyata penipuan berkedok dana sosial.

Lalu bagaimana untuk membedakan penggalangan dana penipuan dan yang asli? Biasanya, penggalangan dana yang dibuat oleh penipu umumnya baru beberapa pekan saja, namun mereka sudah direpost dan dilihat ribuan kali.

Selain itu, komunitas penggalangan dana yang asli butuh waktu lama untuk bisa mengembangkan informasi.

Ciri berikutnya adalah pelaku penipu akan terus menggunakan foto, video yang emosional dan berkualitas rendah. Bukan itu saja, penipu juga menggunakan huruf yang tidak baku, berkapital disertai tanda seru yang akan membuat pembaca spontan bereaksi tanpa bisa berpikir kritis.

Kemudian, penipu akan menggalang dana dengan menggunakan kata-kata penggalangan dana hampir tercapai atau malah tagihan mendesak. Taktik itu seolah menyuruh pembaca untuk segera mengirim dana bantuan dan sedikit masyarakat berpikir apakah penggalangan dana itu asli atau palsu.

Biasanya para penipu menyertakan jejak laporan atau catatan medis. Pengguna atau pembaca harus berpikir cerdas dan kritis dengan informasi yang dibagikan oleh para pelaku modus penipuan. Penipu juga dapat menghapus komentar yang meinta update tentang penyakit yang diderita oleh penderita.

Nah, lebih parahnya penipu juga mencantumkan situs atau website untuk meyakinkan korbannya seolah penggalangan dana itu asli. Dengan membuat situs tersebut mendorong banyak orang untuk beramal. Tetaplah hati-hati dan waspada terhadap rangkaian kejahatan modus penipuan.




Berita Lainnya

Pendiri 'GOJEK' Calon Menteri Termuda Jokowi

22/10/2019 07:23 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA