Tuesday, 22 Oct 2019
Temukan Kami di :
News

PARAH...! Novel Baswedan "Tuding" Jokowi Punya Kepentingan Revisi UU KPK

Indah Pratiwi Budi - 17/09/2019 21:30

FOKUS : KPK

Beritacenter.COM - Tanggapan negatif yang dilakukan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas revisi UU KPK membawa pertanyaan tersendiri. Seperti yang sikap yang ditunjukkan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Novel mempertanyakan sikap Presiden Joko Widodo yang justru diduga memuluskan jalan pengesahan Rancangan Undang-Undang KPK dengan menerbitkan surat presiden. Novel menilai, beberapa usulan perubahan RUU KPK ini menyimpan masalah dan berpotensi melemahkan lembaga antirasuah.

Hal serupa yang juga disampaikan sejumlah kalangan yakni akademikus dan pegiat antikorupsi, di antaranya soal pembatasan penyadapan, perubahan status kepegawaian menjadi aparatur sipil negara (ASN) dan kewenangan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

Baca : TERNYATA.... KPK Suka Intimidasi Para Hakim, Ini Buktinya....

“Saya tidak bisa tuduh Pak Jokowi punya kepentingan, tapi kalau kita ingat, semasa beliau menjabat saja, kan upaya seperti ini sudah berulang kali dilakukan oleh DPR, bukan baru pertama kali. Jadi saya yakin Pak Jokowi tahu. Setelah Pak Jokowi tahu dan tetap mau mengubah, apa masalahnya itu, saya enggak ngerti,” kata Novel, Sabtu (14/9).

“Dan tentunya kalau Pak Jokowi selesaikan ini [RUU KPK] maka koruptor akan berutang budi sekali sama beliau,” lanjut dia lagi.

Novel menuding jika RUU KPK betul-betul jadi disahkan maka keberadaannya akan menjadi malapetaka bagi pemberantasan korupsi.

“Anggap saja Pak Presiden tidak tahu [permasalahan RUU KPK], kita berprasangka baik. Dan ternyata betul-betul salah, bisa enggak dipulihkan seperti semula? Saya katakan, tidak bisa,” katanya.

Baca : Denny Siregar "BONGKAR" Kisah Kasih Antara AB, NB & BW

Penolakan Novel ini patut dicurigai. Sebab seyogyanya revisi UU KPK dilakukan untuk memperkuat KPK. Bisa saja revisi mengusik kenyamanan Novel Baswedan di KPK dan seolah-oleah KPK menjelma menjadi lembaga anti kritik.

Sudah waktunya Novel Baswedan berhenti melakukan drama dan silahkan keluar dari KPK jika tidak nyaman seperti Saut Situmarang dan Laode M Syarif sehingga tidak perlu memainkan drama playing victim dan jika serius memberantas korupsi, seharusnya Novel Baswedan mengurusi dugaan kasus korupsi Anies Baswedan di Jakarta, karena banyak laporan yang masuk ke KPK sejak Anies Baswedan menjabat Mendikbud namun KPK tidak menggubrisnya




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA