Wednesday, 16 Oct 2019
Temukan Kami di :
Kriminal

Bareskrim Bongkar Pabrik Mie Berformalin dan Boraks, Beredar di Jabodetabek Hingga Cianjur

Aisyah Isyana - 16/09/2019 16:16

Beritacenter.COM - Bareskrim Polri meringkus produsen mie berformalin dan boraks yang diedarkan di wilayah Jabodetabek, Sukabumi dan Cianjur. Zat berbahaya itu dimasukkan ke dalam adonan mi agar dapat awel dan mie lebih kenyal.

"Para tersangka mencampur formalin dalam air rebusan mi sebagai zat pengawet dan mencampurkan boraks dalam adonan mi. Tujuannya agar mi kenyal. Kemudian pelaku menjual hasil produksinya ke Jabodetabek, Cianjur, Sukabumi," kata Wakil Direktur Tipidter Bareskrim Polri Kombes Agung Budiono di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (16/9/2019).

Dalam kasus ini, polisi meringkus tiga tersangka di tiga lokasi berbeda, Kamis (5/9). Pertama, polisi meringkus M (57) di Jalan Pelda Suryanta, Naggeleng, Citamiang, Sukabumi, Jawa Barat. Pelaku kedua berinsial AS (53) ditangkap di Kampung Cikolotok, Sukamulya, Karang Tengah, Cianjur, Jawa Barat.

Sementara pelaku ketiga berinisial RH (39) ditangkap di Kampung Cijendil, Cugenang, Cianjur. "Ketiga tersangka tidak saling kenal. Bukan satu jaringan. Kami melakukan penyelidikan di dua wilayah tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat," ujar Agung.

Agung menyebut ketiga pelaku sebagai penanggung jawab pabrik mie berbahan boraks dan formalin tersebut. "Ketiganya merupakan penanggung jawab di pabrik rumahan mi itu," imbuh Agung.

Pabrik mie berformalin dan boraks itu dapat memproduksi 5-7 ton mi per hari dengan omzet Rp 50-100 juta per bulan. "Dari ketiga lokasi kami berhasil menyita 85 bal mi berformalin siap edar, setara 3,5 ton," ucap Agung.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 136 huruf b Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman hukuman pidana 5 tahun atau denda paling banyak Rp 10 miliar dan Pasal 8 ayat 1 huruf a juncto Pasal 62 ayat 1 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp 2 miliar.




Berita Lainnya

Pura-pura Pijat, Fauzi Sikat HP Tukang Pijat

16/10/2019 05:55 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA