Wednesday, 16 Oct 2019
Temukan Kami di :
News

Direvisi, Sekarang Anak Bisa Laporkan Orang Tua

Indah Pratiwi - 16/09/2019 15:51

Beritacenter.COM - Dalam Undang-undang perzinaan yang direvisi oleh DPR RI telah memperluas aturan pasal terkait kasus-kasus kesusilaan yang terjadi di masyarakat.

Anggota DPR Komisi III Arsul Sani menyebutkan, ada pasal yang diperluas dalam pembahasan terkahir Revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP). Hal itu direvisi agar tidak lagi menjadi pasal karet. Beberapa pasal tersebut adalah delik terkait kesusilaan perzinaan, kumpul kebo, perbuatan cabul dan hubungan sesama jenis.

"Contoh harus diperjelas, tadi malam misalnya pasal-pasal yang terakhir kami bahas itu adalah pasal-pasal yang terkait dengan delik kesusilaan. Perzinaan, kumpul kebo, begitu ya, dan kemudian perbuatan cabul. Termasuk yang melibatkan sesama jenis," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (16/9/2019) sore.

Sekarang, perzinaan dan kumpul kebo menjadi delik aduan. Pihak yang mengadu di dalam Kita Undang-undang Hukum Pidana(KUHP) yang baru telah diperluas dari hanya suami atau istri, di tambah orangtua dan anak untuk perzinaan.

Selain itu, untuk kumpul kebo pihak kepala desa atau lurah setempat bisa melaporkan dengan alasan pihak yang dirugikan adalah masyarakat setempat.

"Hanya yang mengadu diperluas dari KUHP yang ada sekarang. KUHP yang ada sekarang kan kalau perzinaan (yang bisa mengadukan) hanya suami atau istri. Ini kita perluas menjadi orang tua dan anaknya," kata dia.

"Coba kalau enggak ada pasal itu, diselesaikan sendiri, dipersekusi. Kalau ini mau dipersekusi kan polisinya bisa nindak 'eh lu enggak boleh main hakim sendiri, ada aturannya ini, pasal itu'," tambah dia.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA