Wednesday, 16 Oct 2019
Temukan Kami di :
News

Mengungkap Misi Novel "Mengamankan" Bisnis Keponakan Riza Khalid, Benarkah ?

Anas Baidowi - 16/09/2019 15:24

Beritacenter.COM - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan selama ini berjuang keras melakukan perlawanan terhadap siapapun yang ingin merubah KPK dengan dalih pelemahan KPK. Kerasnya perlawanan Novel diduga karena ada misi tersembunyi yang ingin terus berjalan aman dan mulus. Benarkah demikian?.

Dari pengakuan sumber internal KPK kepada wartawan, Minggu (15/9), Novel diketahui tengah menjalankan misi untuk “mengamankan” sesorang yang diketahui bernama Ali Hidung, ia merupakan pebisnis yang mengelola semua usaha milik Riza Khalid mafia migas yang dulu mengelola Petral.

Ali Hidung, kata sumber, juga memiliki usaha menyelundupkan mobil mewah, salah satu konsumennya waktu itu ialah Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan keponakan Ratu Atut yang kini sudah jadi tersangka KPK.

“Puluhan mobil mewah milik Wawan disita KPK namun beberapa raib karena Ali Hidung minta bantuan NB untuk ambil mobil-mobil tersebut, sudah diaudit BPK, namun BPK diancam untuk jangan ekpose,” beber Sumber tersebut.

Itulah kenapa, salah satu Capim KPK I Nyoman Wara yang merupakan auditor BPK tak bisa lolos dalam pemilihan Capim KPK di DPR lantaran Nyoman jika terpilih memiliki program bakal melakukan audit internal terkait status barang sitaan.

Dalam praktriknya, Novel memang ditakuti oleh para politikus kotor dan pengusaha hitam. Agar kasusnya tak diangkat, rata-rata mereka menghubungi Ali Hidung, disitulah transaksi ratusan miliyar terjadi.

“Pola ini berjalan sangat rapi dan berlangsung bertahun tahun, uang NB disimpan dan dikelola Ali Hidung, oleh karenanya dia (Novel) bisa kuasai semua jaringan di KPK,” ungkap sumber.

Sebetulnya, masih kata sumber, pola dan praktik yang dilakukan oleh Novel sudah diketahui banyak pengusaha, namun merela lebih memilih untuk tutup mulut lantaran takut dan lebih memilih bermain aman agar kepentingannya tidak terganggu.

“Revisi UU KPK menjadi ancaman bagi NB karena pekerjaan dan zone nyaman dia akan terganggu,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Novel berusaha ajak para pegawai KPK untuk melakukan aksi protes dengan dalih pelemahan KPK, namun yang sebenarnya dia ingin melindungi kerajaannya dengan membonceng Wadah Pegawai KPK.

“Masih banyak pegawai KPK yang memiliki integritas dan kebanyakan menganggap NB adalah icon mereka, tapi ada banyak juga yang ingin bersaksi tentang perilaku NB namun takut,” demikian penjelasan sumber.

 

 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA