Tuesday, 22 Oct 2019
Temukan Kami di :
Internasional

Presiden AS Beri Respon Usai Dengar Ada Serangan Teroris di Kilang Minyak Arab

Indah Pratiwi - 16/09/2019 15:01

Beritacenter.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman telah berkomunikasi terkait serangan teroris ke dua kilang minyak milik Aramco, Abqaiq dan Khurais, pada Sabtu, 14 September 2019 kemarin.

Presiden Trump mengaku siap mengirim tentara untuk merespons serangan teroris tersebut. Kendati demikian, jadi atau tidaknya aksi militer AS tergantung dari konfirmasi Arab Saudi untuk mennyerbu teroris.

Berita Terkait: Merasa Difitnah oleh AS, Iran Nyatakan Siap "Perang"

"Pasokan minyak Arab Saudi diserang. Ada alasan untuk percaya bahwa kita tahu siapa pelakunya. (Militer) Kita siap (dikerahkan). Tapi saat ini menunggu konfimasi dari Kerajaan (Arab Saudi), siapa yang mereka percaya sebagai dalang serangan ini," kata dia, dalam akun Twitter-nya, @realDonaldTrump, Senin(16/9/2019).

Pemerintah AS menilai serangan itu kompleks dan terlalu dahsyat untuk dikoordinasikan oleh para pemberontak. Selain itu, intelijen AS percaya serangan tersebut berasal dari arah Irak dan Iran, bukan dari daerah yang dikendalikan oleh Houthi Yaman.

Menurut Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman menyebutkan, serangan kelompok itu berada di Iran itu terhadap kilang minyak Aramco melumpuhkan produksi di dua kilang minyak milik Arab.

"Kami akan memiliki lebih banyak informasi dalam kurun waktu 48 jam," ungkapnya, seperti dikutip dari Business Today.

Penyerangan terhadap kilang minyak Arab Saudi oleh 'serangan teroris' diduga bertujuan mengganggu pasokan minyak global.




Berita Lainnya

Inggris Capai Kesepatakan Soal Brexit

18/10/2019 06:09 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA