Sunday, 17 Nov 2019
Temukan Kami di :
News

Polisi Selidiki Transaksi Tak Wajar di Rekening Tersangka Provokator Veronica Koman

Anas Baidowi - 13/09/2019 15:56

Beritacenter.COM - Jajaran Polda Jawa Timur (Jatim) terus mendalami traksaksi gelap di rekening Veronica Koman. Veronica adalah salah satu tersangka dalam insiden di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan nomor 10, Surabaya, pada 16 Agustus 2019 lalu.

"Saat ini kami punya enam tambahan rekening, dari kemarin hanya dua, sekarang tambah enam lagi. Masih kami telusuri terus. Ada berapa yang cukup signifikan dari transaksi dana yang masuk," kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, Jumat (13/9).

Menurut Luki, dari delapan rekening yang diselidiki, polisi menemukan transaksi tak wajar pada rekening Veronica Koman. Baik itu transaksi masuk maupun ke luar. Diakuinya, ada uang dengan jumlah sangat besar yang masuk ke rekening Veronica. Uang tersebut masuk dari dalam negeri.

"Ada aliran dana masuk yang cukup besar. Sebagai seorang mahasiswa ini kayaknya enggak masuk akal. Uangnya dari dalam negeri," ujar Luki.

Luki juga mengungkapkan, berdasarkan hasil pendalaman, Veronica sering melakukan penarikan di Papua. "Dia juga melakukan penarikan di beberapa wilayah, baik di Surabaya maupun di luar surabaya. Di wilayah di Papua, dan itu ada penarikan di beberapa wilayah konflik," kata Luki.

Sebelumnya Kepolisian Daerah Jawa Timur menetapkan Veronica Koman (VK) sebagai tersangka dalam insiden di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan nomor 10, Surabaya, pada 16 Agustus 2019. Tersangka VK disebut-sebut sangat aktif menyebarkan hoaks dan provokasi di media sosial Twitter-nya.

Tersangka VK memang sangat aktif terlibat dalam aksi-aksi yang melibatkan mahasiswa Papua di Jawa Timur. Tidak saja pada aksi yang terjadi pada 16 Agustus 2019, tapi juga aksi-aksi sebelumnya. Bahkan, kata Luki, tersangka VK pernah membawa dua jurnalis asing untuk meliput aksi mahasiswa Papua pada Desember 2018.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka VK diancam pasal berlapis. Di antaranya pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang UU ITE. Kemudian Pasal 160 KUHP dan atau Pasal 14 ayat (1) dan atau ayat (2) dan atau Pasal 15 UU nomor 1 tahun 1946 tentang Peratutan Hukum Pidana, serta Undang undang Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

 




Berita Lainnya

Ini Nama Cucu Baru Presiden Jokowi

15/11/2019 22:11 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA