Tuesday, 22 Oct 2019
Temukan Kami di :
Teknologi

Fakta Peninggalan BJ Habibie Yang Akan Mengudara 2022

Anas Baidowi - 12/09/2019 12:55

Beritacenter.COM - Bapak Demokrasi, Bacharuddin Jusuf Habibie atau lebih dikenal BJ Habibie menutup usia saat menjalani perawatan secara intensif di RSPAD Gatot Subroto, Rabu (11/9).

Semasa hidupnya, Presiden ke-3 RI itu memiliki impian terakhir yang hampir terwujud adalah pesawat R80. Berdasarkan informasi, pesawat tersebut rencananya akan segera mengudara pada tahun 2022 dan akan mulai diproduksi secara massal pada tahun 2025 mendatang. Rupanya, Habibie juga pernah menyatakan bahwa ia tidak ingin meninggal sebelum hasil rancangannya ini mengudara.

Untuk mewujudkan pesawat tersebut, BJ Habibie meminta bantuan pemerintah dan akhirnya masuk dalam PSN sesuai dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 58 Tahun 2017 tentang Proyek Strategis Nasional. Tak hanya itu, Habibie juga meminta dukungan dari masyarakat dengan membentuk lembaga patungan (joint venture) untuk membiayai pesawat R80, melalui kitabisa.com. Hingga kini sumbangan tersebut mencapai Rp9,2 miliar.

Proses pengerjaan pesawat R80 sendiri diperkirakan akan membutuhkan sekitar ribuan engineer. Meski masih dalam tahap perancangan, R80 rancangan Habibie itu rupanya sudah banyak diminati oleh beberapa maskapai penerbangan sejak tahun 2016. Tak tanggung-tanggung, pada tahun 2016 sudah tercatat sebanyak 155 unit pesawat yang sudah antri untuk dipesan.

Pesawat R80 dilengkapi dengan sistem kendali fly by wire yang menggunakan sinyal elektronik dalam memberikan perintah. Tak hanya itu, pesawat itu juga memiliki desain kokpit yang modern, yang menjamin kenyamanan dan keamanan penumpang selama mengudara. Selain itu, pewasat yang memiliki panjang 32,3 meter dengan lebar sayap 30,5 meter serta tinggi 8,5 meter ini dirancang mampu melesat hingga 330 knots atau sekitar 611 km per jam.

Sebagai pesawat bermesin baling-baling atau mesin turboprop, bahan bakar yang digunakan oleh pesawat R80 ternyata jauh lebih irit 20 persen dari pada pesawat bermesin jet. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Komisaris PT Regio Aviasi Industri (RAI), Ilham Habibie. Ia mengatakan, R80 akan menjadi peawat yang sangat menguntungkan bagi perusahaan, mengingat persaingan dalam industri pesawat terbang sangat ketat.

Selain irit bahan bakar, pesawat R80 nantinya juga bisa menampung sebanyak 80 hingga 90 penumpang. Tak hanya itu, keuntungan dari R80 lainnya adalah terbang di landasan pacu yang memiliki jarak pendek. Sehingga, pesawat tersebut bisa digunakan pada wilayah yang memiliki bandara kecil.

"Selain itu terbang landas di landasan pendek, ada keunggulan di kota kecil menengah. Ini untuk rute yang tidak terlalu jauh," ujar Ilham Habibie.

 

 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA