Friday, 20 Sep 2019
Temukan Kami di :
News

Tidak Terima Surat, Sri Bintang Pamungkas Mangkir Panggilan Polda Metro Jaya

Dewi Sari - 11/09/2019 14:16

Beritacenter.COM - Aktivis Sri Bintang Pamungkas mengakui dirinya tidak menerima surat panggilan dari Polda Metro Jaya, oleh karena itu dirinya tidak dapat memenuhi panggilan perdananya sebagai terlapor. Dirinya akan dimintai keterangan mengenai pernyataanya akan mengaggalkan pelantikan presiden dan wakil Presiden terpilih Joko Widodo - Ma'ruf Amin.

"Saya tidak pernah menerima surat panggilan. Artinya sudah tentu tidak pernah sampai ke tangan saya ataupun keluarga saya dan ditandatangani oleh orang rumah," kata Sri Bintang Pamungkas saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu (11/9).

Ia menjelaskan, jika surat panggilan diterima Senin, 9 September 2019 maka ia akan memenuhi panggilan pada Kamis, 12 September 2019. Sebab, kata dia, surat itu seharusnya diterima olehnya tiga hari sebelum jadwal pemeriksaan.

"Ini kan sekarang hari rabu dan panggilannya enggak ada kok. Kalau surat itu mungkin jatuh ke tempat lain saya enggak tahu," jelasnya.

Sri Bintang menegaskan bahwa dirinya tidak akan memenuhi panggilan itu. Mengingat, ada agenda yang tidak bisa ditinggalkan.

"Saya punya acara di MPR, acara Front Revolusi Indonesia (FRI)," katanya.

Seperti yang kita ketahui, Polisi melakukan agenda pemanggilan pemeriksaan terhadap Sri Bintang Pamungkas Rabu (11/9/2019), pukul 10.00 WIB. Penyidik tengah melakukan penyelidikan mengenai adanya ujaran kebencian yang dilakukan dirinya.

"Yang bersangkutan (Sri Bintang) diagendakan pemeriksaan pada Rabu (11 September 2019)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Selasa (10/9).

Argo menyebut pemanggilan Sri Bintang itu penting untuk mengklarifikasi tuduhannya tersebut. Penyidik juga telah memeriksa pelapor dalam kasus ini, yakni Persaudaraan Islam Tiong Hoa Indonesia (PITI).

Diketahui, Ketua PITI, Ipong Hembing, melaporkan Sri Bintang ke Polda Metro Jaya, Rabu, 4 September 2019. Laporan Ipong berdasarkan pernyataan Sri di sebuah akun Youtube pada 31 Agustus 2019. Laporan teregistrasi dengan nomor LP TBL/5572/IX/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus.

Dimana laporan itu teregistrasi dengan nomor LP TBL/5572/IX/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus. Sri Bintang dilaporkan melanggar Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Trransaksi Elektronik (ITE), atau Pasal 160 KUHP.




Berita Lainnya

Papua Berduka, Gubernur Pertama Papua Barat Wafat

20/09/2019 10:24 - Baharuddin Kamal
Kemukakan Pendapat


BOLA