Friday, 20 Sep 2019
Temukan Kami di :
Nasional

Warga Papua Perlu Pelukkan Hangat Jokowi, Untuk Redam Papua Api Yang Membara...

Indah Pratiwi Budi - 11/09/2019 15:50

FOKUS : Papua

Beritacenter.COM - Pegiat media sosial Dahono Prasetyo melalui akun facebooknya, meyoroti tentang kejadian yang terjadi di Papua.

Dalam artikelnya Dahono Prasetyo menuliskan bahwa Rakyat Papua butuh kedatangan Jokowi untuk meredam bara api disana.

Papua sedang geram Papua yang sedang kebingungan dengan jenis gelombang provokasi. Dan seperti yang kita saksikan, mereka berbondong-bondong membakar kotanya sendiri, marah di kampung halamannya sambil berteriak “Kami sedang kalian apakan lagi!”.

Ungkapan rasis barangkali bukan yang pertama kali ini ditujukan kepada mereka. Namun bagaimana mereka kali ini bisa sepakat melawan tuduhan beberapa orang yang berorientasi fisik secara negatif, patut dicari benang merahnya.

Kesenjangan sosial dan ekonomi yang mereka rasakan, menjadi bom waktu yang siap meledak, siapapun penyulutnya. Saat amarah berhasil disatukan, mereka tidak pernah takut gas air mata, tameng, pelor bahkan puluhan peleton pasukan huru hara sekalipun. Lantas apa yang bisa meredam angkara mereka?.

Bukan Tri Susanti yang meminta maaf atas kekhilafan lidah rasisnya, bukan pula ormas-ormas berseragam datang memeluk mereka. Bukan pula sang Gubernur yang menghampiri mereka untuk berjabat tangan. Atau utusan Freeport yang mendadak mengirim bantuan bir plus bendera bintang kejora demi meredam kemarahan. PBB dengan tim bayangannya mendarat menawarkan opsi referendum. Tidak juga media massa yang lantas mengekspos efek kemarahan mereka lengkap dengan analisa bahasa dewa yang justru tak mereka pahami.

Mereka butuh Jokowi datang. Jokowi sama seperti mereka yang tak merasa takut akan apapun. Jokowi yang datang menyapa mama-mama Papua, mengelus kepala anak-anak mereka, yang tanpa sadar telah meneteskan sebutir embun di bara api.

Bukan sebuah upaya yang sia sia. Karena yang diusap Jokowi bukan api murkanya. Jokowi yang sedang menyapa nurani dan kemanusiaan Papua di saat yang lain sibuk melempar kebencian. Entah dimana lagi usai Papua.




Berita Lainnya

Ada 612 Hotspot Terpantau di Sumatera

19/09/2019 09:56 - Lukman Salasi
Kemukakan Pendapat


BOLA