Friday, 20 Sep 2019
Temukan Kami di :
Bisnis

Ribuan Karyawan Rokok Kretek Terancam PHK

Indah Pratiwi - 11/09/2019 07:39

Beritacenter.COM - Ada 11 ribu pelinting rokok di pabrik Sigaret Kretek Tangan (SKT) dikhawatirkan akan diberhentikan kerjanya atau pemutusan hubungan kerja(PHK). Alasannya, untuk melakukan batasan produksi SKT golongan 2 dari 2 miliar menjadi 3 miliar.

"Usulan kebijakan ini dinilai hanya akan menguntungkan pabrikan besar asing tersebut, dan menyengsarakan ratusan pabrikan kecil dan lokal serta puluhan ribu pelinting yang seharusnya mendapatkan perlindungan dari pemerintah,” kata Ketua Paguyuban Mitra Produksi Sigaret Indonesia (MPSI), Joko Wahyudi dalam diskusi Kebijakan Tarif Cukai Berkeadilan Ciptakan Persaingan Industri yang Sehat di Bale Raos Yogyakarta, Selasa (10/9/2019).

Berita Terkait: Perusahaan E-Commerce Bukalapak PHK Karyawan

Saat ini pabrikan SKT, kata Joko, adalah berskala besar dan milik asing yang mengajukan usulan untuk memiliki volume produksi 1,8 miliar batang atau berada di SKT golongan 2 dengan tarif cukai Rp 180 per batang.

Diprediksi pada 2020, volume produksi pabrikan SKT besar itu bisa menembus 2 miliar batang atau masuk ke golongan 1 dengan tarif cukai yakni Rp 290 Rp 365 per batang.

“Pabrikan ini omzetnya meroket, namun tetap menikmati tarif cukai murah,” ungkapnya.

Tanpa ada kenaikan batasan produksi SKT golongan 2, ribuan buruh pelinting telah menderita sejak pangsa pasar SKT merosot secara tajam dari 37 persen pada 2006 menjadi 17 persen pada 2018. Pada tahun 2019, SKT golongan 1 telah mengurangi jumlah produksinya.

“Karenanya kami berharap pemerintah mengimplementasikan kebijakan cukai rokok yang berkeadilan,” katanya.




Berita Lainnya

Saham-saham di Hong Kong Banyak Terjun Bebas

12/09/2019 09:15 - Indah Pratiwi

Ribuan Karyawan Rokok Kretek Terancam PHK

11/09/2019 07:39 - Indah Pratiwi

Perusahaan E-Commerce Bukalapak PHK Karyawan

11/09/2019 06:39 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA