Wednesday, 13 Nov 2019
Temukan Kami di :
Kesehatan

Kejadian Lagi, Puskesmas Berikan Obat kedaluwarsa ke Pasien

Indah Pratiwi - 10/09/2019 09:48

Beritacenter.COM - Seorang pasien Nur Istiqomah (50) diduga mengonsumsi obat kedaluwarsa. Isti dalam sapanya merupakan warga perumahan Villa Pertiwi, Kecamatan Cilodong, Depok, Jawa Barat, mengalami gejala mual dan pusing yang diduga usai menggunakan obat yang diberikan oleh pihak Puskesmas.

Isti diketahui memiliki penyakit paru-paru basah yang membuatnya harus menggunakan obat itu rutin. Obat ini dimasukkan ke tubuhnya dengan cara disuntikkan setiap dua bulan sekali.

Berita Terkait: Kasih Obat Pasien Yang Sudah Kadaluarsa, Puskesmas Berurusan dengan Polisi

Dalam sepekan, ia mengaku tak ada hal aneh. Namun beberapa hari terakhir ini Isti merasa pusing berlebih dan berkeringat yang deras.

Kemudian ia mendatangi klinik berbeda yang tak jauh dari rumahnya itu. Dari klinik itu, baru diketahui rupanya Isti diduga mengonsumsi obat kedaluwarsa yang tertera tanggal expired adalah Juli 2019.

“Saya disuruh lihat botolnya, rupanya tanggalnya sudah lewat. Dia (dokter) angkat tangan enggak mau nyuntik ke saya, sementara saya harus rutin setiap hari enggak boleh putus nyuntik obat itu,"ungkap Isti, Selasa(10/9/2019).

Isti pun meminta pertanggungjawaban pada puskesmas yang telah memberinya obat diduga kedaluwarsa itu. Pihak puskesmas telah menerima pengaduan Isti dengan baik sehingga ia diantar ke rumah sakit yang dirujuk.

"Pihak puskesmas sudah ada iktikad baik. Tadi saya diantar ke rumah sakit Sentra Medika. Di sana saya ketemu dokter Lusi, katanya ini enggak apa-apa. Kalau obatnya enggak diterima tubuh kan ada enzim nanti dikeluarkan melalui keringat dan kotoran,” ujarnya.

Ia tidak tahu kapan mengonsumsi obat kedaluwarsa itu. Hanya saja, efek pusing dan mual yang ia rasakan timbul sejak kemarin atau sepekan lalu.

“Sudah sebulan lebih lah dan saya selalu ambil obat di puskesmas itu dengan merek dan dosis yang sama. Tapi saya nggak tahu kalau saya suntik obat kedaluwarsa sejak kapan, tapi ketahuannya ya baru hari Minggu kemarin," tuturnya.

 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA