Friday, 03 Jul 2020
Temukan Kami di :
News

Kritik Anies soal Trotoar, Ima : PKL di Trotoar Tak Ada Retribusinya, Apakah Itu Adil?

Aisyah Isyana - 02/09/2019 18:00

Beritacenter.COM - Anggota DPRD DKI Fraksi PDIP Ima Mahdiah meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menaati aturan soal trotoar. Hal itu diungkapkan menyusul Anies yang saat ini diketahui tengah melakukan finalisasi penyusunan roadmap soal trotoar menjadi multifungsi untuk mengakomodasi pedagang kaki lima (PKL).

"Prinsipnya kalau saya pribadi saya lihat, kalau misalnya itu trotoar tidak boleh dilakukan untuk jualan, ya, kita harus taati peraturan," ujar anggota DPRD DKI fraksi PDIP Ima Mahdiah di Gedung DPR DKI, Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat, Senin (2/8/2019).

Baca juga : Sentil Anies soal Trotoar Dipakai PKL, Mantan Staf Ahok: Jangan Legalkan Pelanggaran!

Dia memastikan jika pihaknya akan menegur bila mana terjadi pelanggaran terhadap aturan yang berlaku. Ima menyebut DPRD memiliki hak untuk melakukan hal tersebut.

"Kalau sudah memang misalkan dari pihak eksekutifnya melanggar, ya, otomatis kita ingatkan. Kita sebagai DPRD kan punya hak," ujar Ima.

Anies menyebut penggunaan trotoar multifungsi ini untuk menciptkan keadilan. Menjawab hal itu, Ima kemudian menyinggung soal retribusi yang dibayar oleh PKL. Dia menyebut para PKL yang berjualan di pertokoan membayar retribusi dan pajak untuk DKI, sementara PKL yang berjualan di trotoar tidak membayar pajak, dan hal itu tak adil menurutnya.

"Kalau misal kita adil tapi kalau misalkan contohnya trotoar di Tanah Abang, mereka biasanya yang di dalam mereka bayar retribusi, PBB, pajak ke mana-mana untuk DKI," kata Ima.

"Sedangkan PKL yang sembarangan nggak ada retribusinya di pinggir jalan itu malah di trotoar, apakah itu adil. Kita bisa lihat dulu pak Anies, apakah itu adil khusus untuk PKL?" sambungnya.

Dia menambahkan, para PKL yang berjualan di trotoar itu sebaiknya dibuatkan tempat yang mudah diakses masyarakat, sehingga tak perlu mengambil hak para perjalan kaki.

"Khususnya harus dibuatin tempat untuk mereka berdagang dan masyarakat juga mudah akses, tapi nggak ngambil hak pejalan kaki di trotoar," tuturnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA