Wednesday, 23 Oct 2019
Temukan Kami di :
News

Keseruan Masyarakat Papua Menari Bersama Warga di CFD Bundaran HI

Aisyah Isyana - 01/09/2019 09:10

Beritacenter.COM - Sejumlah warga Papua di Jakarta menggelar acara Tari Yospan Massal di car free day (CFD), Bundaran HI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (1/9/2019). Dengan dandanan khas Papua. para penari tampak luwes bergoyang menarikan Yosim Pancar.

Mereka juga mengajak sejumlah warga lainnya untuk ikut menari bersama. Warga yang hadir di lokasi CFD pun tampak asik bergabung mengkuti tarian yang dibawakan masyarakat Papua.

Baca juga :

Pantauan dilokasi, masyarakat Papua tampak mengenakan hiasan kepala warna-warni dan mengenakan kaos bertulis 'Papua adalah Indonesia' dengan gambar burung cendrawasi di bagian punggungnya. Alhasil, warga lain pun ikut menggunakan atribut yang sama.

Dikatakan Ketua Panitia acara Frans Ansanay, digelarnya kegiatan ini untuk menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia bisa hidup berdampingan. Dia memastikan bahwa masyarakat Papua diterima dengan baik dan dapat hidup berdampingan dengan masyarakat dari suku lainnya.

"Generasi angkatan saya itu sudah tua, generasi ke bawah itu banyak, anak cucu kami banyak, dan di sana hidup berdampingan dengan masyarakat asli Betawi. Kami merasa diterima, kami merasa bersama masyarakat Indonesia lainnya bahkan suku lainnya juga," ujar Frans di lokasi.

Frans yang mengaku sudah tinggal 30 tahun di Jakarta dan memiliki KTP DKI ini menyebut tari Yosim Pancar atau Yospan menunjukkan budaya Papua yang energik. Menurutnya, tarian itu menunjukkan persatuan serta kekompakkan.

"Musik ini memiliki nilai dan filosofis yang tepat, yaitu adanya kerukunan secara bersama. Tidak ada Yospan Papua satu, Yospan itu bisa sepuluh orang, bisa lebih dari sepuluh orang sehingga di situ menunjukkan adanya kesatuan, persatuan, kekompakan, rasa memiliki," sebut dia.

Menurutnya, digelarnya acara itu di lokasi car free day dilakukan untuk menunjukkan bahwa masyarakat Papua dapat hidup berdampingan. Kegiatan menari bersama sendiri dilakukan untuk menunjukkan budaya Papua kepada masyarakat lainnya.

"Kegiatan ini juga dilakukan untuk membuktikan kepada masyarakat luas kalau kami selama ini bisa hidup berdampingan. Maka dalam suasana car free day pagi ini biarlah kita bernyanyi bersama di mana mereka terlibat sebagai sebuah bentuk persatuan bersama-sama," jelas Frans.

"Di sisi lain, suasana car free day ini kami mau memberitahukan kepada generasi kami yang mungkin saja belum pernah ke Papua atau bapaknya tidak mampu mengajak keseluruhan keluarga, mereka akan tahu bahwa inilah budaya kami, tarian kami, dan mereka akan merasa bangga atas jadi diri orang asli Papua. Jadi tidak mengalami krisis identitas setelah tinggal lama di sini," imbuhnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA