Monday, 03 Aug 2020
Temukan Kami di :
Kriminal

SA Jadi Tersangka Hatespeech ke Mahasiswa Papua, Polisi Periksa Senin Depan

Fani Fadillah - 30/08/2019 18:34 Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo

Beritacenter.COM - Tersangka baru dalam kasus ujaran kebencian rasial di Asrama Mahasiswa Papua (AMP) Surabaya telah ditetapkan polisi. Ia adalah SA dan akan diperiksa Senin (2/9) pekan depan.

"Senin kan baru diperiksa semuanya," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, di Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu, Jumat (30/9/2019).

Dedi mengatakan polisi terus mengembangkan penyelidikan. Sehingga tak menutup kemungkinan jumlah tersangka terus bertambah.

"Nah tak menutup kemungkinan kalau ada perkembangan tersangka baru akan diumumkan," ucap Dedi.

Dedi mengaku SA belum ditahan usai penetapan tersangka. Penahanan SA menunggu hasil pemeriksaan dan gelar perkara oleh penyidik.

"Belum ditahan karena Senin baru diperiksa kan. Dalam hal ini penyidik, selain memeriksa saksi dan uji labfor, juga memeriksa saksi ahli bahasa dan pidana," terang Dedi.

"Saksi bahasa terkait diksi yang disampaikan masuk nggak dalam unsur penghinaan," lanjut dia.

SA merupakan satu dari enam saksi yang telah diperiksa oleh Polda Jatim terkait ucapan rasial kepada mahasiswa Papua. Sebelumnya, polisi menyebut telah memeriksa enam saksi dari perwakilan ormas di Surabaya. Keenamnya juga telah dicekal untuk berpergian ke luar negeri.

SA dinilai telah mengucap kalimat rasis hingga kata-kata binatang ini diketahui dari bukti rekaman video yang didapat penyidik. Selain itu, saksi juga membenarkan jika SA mengatakan kata-kata rasis.

Di awal kasus, polisi telah menetapkan Tri Susanti atau Mak Susi tersangka ujaran kebencian atau hoaks saat mendatangi asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya.

Ada beberapa pasal yang menjerat Mak Susi. Di antaranya Pasal 45A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 UU 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 4 UU 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Rasis dan Etnis dan/atau Pasal 160 KUHP dan/atau Pasal 14 ayat 1 dan/atau ayat 2 dan/atau Pasal 15 KUHP.




Berita Lainnya

Curi Motor Demi Nikahi Janda, Syar Dicokok Polisi

03/08/2020 08:11 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA