Tuesday, 02 Jun 2020
Temukan Kami di :
News

Polda Jatim Beberkan Kata-kata yang Membuat Mak Susi Jadi Tersangka Ujaran Kebencian

Aisyah Isyana - 29/08/2019 13:03

Beritacenter.COM - Korlap aksi Asrama Mahasiswa Papua (AMP), Tri Susanti atau Mak Susi, telah ditetapkan sebagai tersangka penyebaran hoaks dan ujaran kebencian oleh Polda Jatim. Adapun kata-kata yang menjadikan Mak Susi sebagai tersangka juga dibeberkan oleh polisi.

Dikatakan Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Cecep Susatya, Mak Susi dalam pesan WhatsAppnya menyebarkan kalimat berisi hoaks. Pesan berisi hoaks inilah yang kemudian menyebar ke beberapa massa.

Baca juga :

"Di sini ada ya, yang menyampaikan kata-kata seperti bendera dirobek, dimasukkan selokan, dipatah-patahkan. Ini berita hoaks," kata Cecep saat rilis di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Kamis (29/8/2019).

Sementara untuk ujaran kebencian, Cecep menyebut ada beberapa pesan Mak Susi yang menyebut jika mahasiswa Papua akan melakukan perlawanan dengan senjata tajam.

"Contohnya ujaran kebencian mohon perhatian izin kami butuh bantuan massa karena anak Papua akan melakukan perlawanan dengan senjata tajam dan panah. Ini juga ujaran kebencian dan berita hoaks," papar Cecep.

Sementara terkait kalimat rasialisme, Cecep mengaku jika hal itu masih dalam penyidikan pihaknya. Terlepas dari hal itu, Mak Susi telah ditetapkan sebagai tersangka ujaran kebencian dan hoaks. "Rasisme ndak ada. Nanti kita sampaikan hasil penyelidikan kita, masih pendalaman," lanjutnya.

Untuk identitas yang menyebarkan pesan berisi ujaran kebcian dan hoaks itu yakni, Susi Rohmadi, Cecep menyebut Tri Susanti dan Susu merupakan orang yang sama. Adapun Rohmadi adalah nama bapak dari Susi.

"Susi Rohmadi ini nama bapaknya mungkin dia menggunakan nama bapaknya. Ini yang menyebar benar-benar Susi, Tri Susanti," pungkasnya.

Atas perbuatannya, Mak Susi dijerat dengan Pasal 45A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 UU 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 4 UU 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Rasis dan Etnis dan/atau Pasal 160 KUHP dan/atau Pasal 14 ayat 1 dan/atau ayat 2 dan/atau Pasal 15 KUHP.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA