Tuesday, 11 Aug 2020
Temukan Kami di :
News

Polri: Anggota TNI yang Gugur di Deiyai Papua Sedang Jaga Kendaraan Berisi Senjata

Rekan kita, satu anggota TNI yang gugur, dia sedang menjaga kendaraan, menjaga senjata yang disimpan dalam kendaraan. Kemudian dilukai dan akhirnya dibacok dengan panah sehingga gugur. Senjatanya dirampas

Aisyah Isyana - 29/08/2019 11:57

Beritacenter.COM - Pernyerangan sejumlah massa terhadap aparat TNI-Polri di Deiyai, Papua, mengakibatkan satu anggota TNI gugur. Polri menyebut anggota TNI yang gugur itu tengah bertugas menjaga senjata yang disimpan di dalam mobil.

"Rekan kita, satu anggota TNI yang gugur, dia sedang menjaga kendaraan, menjaga senjata yang disimpan dalam kendaraan. Kemudian dilukai dan akhirnya dibacok dengan panah sehingga gugur. Senjatanya dirampas," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (29/8/2019).

Baca juga :

Selain itu, Tito juga menyebut ada tiga anggotanya serta dua anggota TNI lain yang tertikam anak panah dibagian leher dan punggung. Kapolri menyebut aksi penyerangan ini masih berkaitan dengan keberadaan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Deiyai, Papua.

"Kita tahu bahwa di sana ada kelompok bersenjata kita tahu. Ini kelompok yang berasal dari Paniai, rupanya mereka sembunyi di balik massa ini dan melakukan penyerangan kepada petugas," ucap Tito.

Dalam insiden itu, Kapolri menyebut anggotanya membela diri dengan menembak peluru karet ke arah massa penyerang. Ada satu penyerang yang tertembak dibagian kaki.

"Petugas yang ada kemudian melakukan pembelaan diri menggunakan, saya dengar, menggunakan peluru karet sehingga ada juga yang terkena bagian kakinya," jelas Tito.

Sementara itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dddi Prasetyo menyebut terdapat 10 pucuk senjata yang dirampas massa dalam insiden tersebut. "Sepuluh pucuk (yang dirampas KKB)," ujar Dedi saat dimintai konfirmasi terpisah.

Diberitakan sebelumnya, aksi penyerangan terhadap TNI-Polri terjadi di Deiyai, Papua, Rabu (28/8), pukul 14.00 WIT. Kejadian terjadi saat TNI-Polri tengah mengawal aksi demonstrasi damai di depan kantor bupati setempat. Massa dalam jumlah besar tiba-tiba datang dan membuat kericuhan dalam aksi tersebut.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA