Friday, 20 Sep 2019
Temukan Kami di :
News

Ngabalin ke Habib Rizieq soal Pencekalan: Jangan Menuduh, Tak Baik Menurut Al Quran

Jangan juga dituduh yang macam macam, karena tuduhan itu kan menurut Al Quran tidak baik, kalau menuduh fitnah tidak baik, ada larangannya di dalam Al Quran

Aisyah Isyana - 25/08/2019 10:27

Beritacenter.COM - Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin meminta Habib Rizieq tak asal menuduh. Hal itu diungkapkan Ngabalin merespon tudingan Habib Rizieq yang menyebut pemerintah Jokowi meminta agar Kerajaan Arab Saudi mencekal dirinya hingga pelantikan Presiden Oktober mendatang.

"Jangan juga dituduh yang macam macam, karena tuduhan itu kan menurut Al Quran tidak baik, kalau menuduh fitnah tidak baik, ada larangannya di dalam Al Quran," kata Ngabalin kepada wartawan, Sabtu (25/8/2019).

Baca juga :

Dia mengaku heran dengan peryataan Habib Rizieq soal pencekalan. Pasalnya, pemerintah sendiri telah menjabarkan proses yang harus dilakukan Rizieq untuk tahap pemulangan dirinya.

"Kalau Habib Rizieq kenapa kalau dia mau pulang pemerintah yang dituduh, yang jadi repot. Waktu itu saya kan membuat pernyataan tentu tidak serta merta bisa langsung pulang," terangnya.

"Bisa lah kita urus, kemudian ke sini, ke imigrasi, ke Deplu, mungkin bicara dengan KBRI di Saudi, dengan Kedubes di Indonesia, tapi waktu itu kan dibantah, katanya tidak perlu Ali Mochtar, jadi bagaimana menjawab yang tepat, saya jujur tidak menemukan formulasi kayak apa untuk menjelaskan ke publik atas pernyataan yang sinis kepada pemerintah," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, Habib Rizieq sempat menyinggung pencekalan dirinya pada milad ke-21 Front Pembela Islam (FPI). Tak bisa kembali ke Indonesia, Rizieq menuding pemerintah Indonesia mengirim permintaan ke Kerajaan Arab Saudi agar dirinya dicekal dan tidak diizinkan keluar hingga pelantikan presiden Oktober mendatang.

"Akibat permainan intelijen busuk pemerintah Indonesia tersebut maka status saya kini menjadi overstay karena masa berlaku visa habis akibat pencekalan sejak setahun lebih yang lalu tersebut. Bahkan saat ini rezim zalim Indonesia masih berusaha meminta kepada Kerajaan Saudi Arabia agar mencekal saya hingga pelantikan presiden ilegal pada Oktober 2019 yang akan datang," ujar Rizieq lewat video yang disiarkan langsung dari akun YouTube Front TV, Sabtu (24/8/2019)

"Ya, saya sebut presiden yang akan datang yang akan dilantik pada bulan Oktober tahun 2019 adalah presiden ilegal karena hasil dari pilpres curang dan zalim," sambungnya.




Berita Lainnya

Papua Berduka, Gubernur Pertama Papua Barat Wafat

20/09/2019 10:24 - Baharuddin Kamal
Kemukakan Pendapat


BOLA