Monday, 16 Sep 2019
Temukan Kami di :
News

Frans Kaisiepo Pejuang Papua Yang "Kibarkan Merah Putih dan Nyanyikan Lagu Indonesia Raya"

Indah Pratiwi Budi - 24/08/2019 19:44

FOKUS : Papua

Beritacenter.COM - Frans Kaisiepo adalah pejuang pro-integrasi Papua dengan Indonesia, darinya lahi nama Irian, akronim dari ‘Ikut Republik Indonesia Anti Nedherland’.

Sejak muda, Frans, yang lahir di Wardo, Biak, Papua, 10 Oktober 1921, dikenal sebagai aktivis gerakan kemerdekaan RI. Setelah Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, ia jadi salah satu orang yang mengibarkan sang saka Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya di Papua.

Sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Asvi Warman Adam mengungkapkan, perkenalan Frans dengan rasa nasionalisme Indonesia dimulai saat bertemu dengan Sugoro Atmoprasodjo. Perkenalan itu membuat Frans, yang bersekolah di Bestuur School/Pamong Praja pada 1952-1954, bangkit jiwa nasionalismenya. Gerakan dukungannya terhadap Indonesia dimulai dari hal dasar, yakni soal nama.

Ia mempromosikan nama Irian. Irian diketahui berasal dari Bahasa Biak, Papua, yang berarti ‘sinar yang menghalau kabut’. Dalam Bahasa Merauke, “Iri” artinya ditempatkan atau diangkat tinggi, sementara “an” artinya bangsa. Sehingga, Irian adalah bangsa yang diangkat tinggi.

Perubahan nama itu ia promosikan dalam Konferensi Malino, Sulawesi Utara, 1946. Saat itu, ia menjadi salah satu anggota delegasi RI satu-satunya yang berasal dari Papua.

Pada kesempatan itu, Frans, dalam pidatonya, menyuarakan pergantian nama Papua dan Nieuw Guinea dengan nama Irian, 16 Juli 1946.

Pemilihan nama Irian oleh Frans untuk dipromosikan adalah tepat. Sebab, nama ini sangat Indonesia karena merupakan kependekan dari ‘Ikut Republik Indonesia Anti-Nederland’. Sementara, nama Papua dipakai di era penjajahan Belanda.

“Nama Irian itu mengingatkan kepada perjuangan untuk pembebasan Irian Barat dari penjajah Belanda,” kata Asvi.

Frans pernah didapuk sebagai Gubernur Irian Barat dari 1964 hingga 1973. Dia juga menjadi anggota Kepemimpinan Hakim Tertinggi, Dewan Pertimbangan Agung RI pada 1972. Frans meninggal pada 10 April 1979 kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional menurut Kepres 077/TK/1993.

Frans kemudian menjadi salah satu tokoh sejarah yang dipilih untuk dilukis dalam edisi terbaru uang kertas rupiah Indonesia edisi 2016, yakni uang kertas senilai Rp10 ribu.




Berita Lainnya

KACAU...! "TEMPO" Sudah Kerasukan Virus "OBOR RAKYAT"

16/09/2019 16:20 - Indah Pratiwi Budi

Direvisi, Sekarang Anak Bisa Laporkan Orang Tua

16/09/2019 15:51 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA