Friday, 15 Nov 2019
Temukan Kami di :
Keuangan

BPJS Kesehatan Alami Defisit Yang Terus Membengkak

Indah Pratiwi - 22/08/2019 10:02

Beritacenter.COM - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial(BPJS) Kesehatan mengalami defisit keuangan perusahaan yang terus membengkak hingga mencapai Rp500 miliar dari proyeksi awal pada tahun ini.

Namun, pada proyeksi awal ini defisit keuangan BPJS diramal mencapai Rp28 triliun. Sehingga diproyeksikan defisit menjadi Rp28,5 triliun pada tahun ini.

Direktur Keuangan BPJS Kesehatan Kemal Imam Santoso menyebutkan, perusahaan masih memiliki carry over defisit keuangan hingga mencapai Rp9,1 triliun dari tahun lalu. Sementara defisit keuangan pada tahun ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp19 triliun dan diprediksi akan terus membengkak.

"Tadi Ibu Menteri Keuangan (Sri Mulyani Indrawati) juga bicara ada penyebab defisit, salah satunya iuran. Meski, ada hal-hal lain yang harus kami perbaiki, efisiensi, kontrol, risk management, semuanya," ujar Kemal di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Walau demikian, kata dia, kenaikan tarif iuran kepesertaan yang tengah digodok pemerintah sampai saat ini masih ditunggu oleh BPJS. Kenaikan iuran ini merupakan usulan dari Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) yang disampaikan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"BPJS Kesehatan tidak dalam posisi sepakat atau tidak sepakat (terhadap usulan kenaikan tarif iuran DJSN). Tapi sebaiknya DJSN saja supaya lebih akurat," katanya.

 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA