Thursday, 30 Jan 2020
Temukan Kami di :
Kriminal

Polisi Sergap 4 Begal Sadis di Medan, 2 Ditembak Mati

Fani Fadillah - 22/08/2019 02:14

Beritacenter.COM - Empat begal sadis di Medan disergap polisi. Dua di antara kawanan ini ditembak mati.

Dua tersangka yang tewas yakni Guntur Syahputra dan Leou Halawa. Dua rekannya, Tengku Aditya Hidayat dan Muhammad Ferdian, ditembak pada kedua kaki.

Guntur Cs disangka telah melakukan perampokan di sejumlah titik di Medan. Pada Juni hingga Juli 2019 mereka sekurangnya telah beraksi sekurangnya 8 kali.

Dalam setiap aksinya, kelompok ini tak segan-segan melukai korban. Mereka kerap membacok tangan kanan targetnya.

"Jika tangan kanan sudah luka, maka korban tak bisa lagi membawa sepeda motor. Setelah korban lumpuh, pelaku bebas membawa kabur sepeda motornya," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto pada paparan di Kamar Jenazah RS Bhayangkara Medan, Rabu (21/8).

Kelompok begal yang kerap beraksi pada subuh hingga menjelang pagi ini dipastikan telah berulang kali melukai korbannya. Beberapa di antara korban dihadirkan dalam paparan itu. Seluruhnya mengalami luka cukup parah pada tangan kanan karena disabet pelaku dengan samurai.

Namun aksi kawanan begal sadis berakhir setelah polisi berhasil menganalisa rekaman kamera pengawas di depan Kantor BPJS Ketenagakerjaan, Jalan Pattimura, Medan, yang sempat viral di media sosial, beberapa waktu lalu. Para pelaku diduga melakukan aksi teranyar di sana.

Dari analisa yang dilakukan, para pelaku teridentifikasi. Tengku Aditya ditangkap di salah satu rumah di Jalan Sampul, Medan, Sabtu (17/8). Kemudian di hari itu juga petugas meringkus Muhammad Ferdian di Jalan Sosial. Dalam penangkapan itu, kedua pemuda ini ditembak di kedua kakinya.

Tak berhenti di Tengku Aditya dan Muhammad Ferdian, petugas terus melakukan pengembangan. Mereka menangkap dua tersangka lainya, yakni Leou Halawa dan Guntur Syahputra, Senin (19/8). Kedua pria inilah yang berperan melukai korban.

Leou dan Guntur mengaku menyimpan senjata tajam yang mereka gunakan di semak-semak di daerah Sunggal. Mereka kemudian dibawa ke sana untuk mencari barang bukti itu.

Dadang menyatakan, Leou dan Guntur melakukan perlawanan saat pengembangan. Mereka disebutkan tiba-tiba mengambil senjata tajam dari semak-semak dan menyerang petugas.

Akibat serangan itu seorang petugas kepolisian terluka di bagian tangan. Mereka pun ditembak dan tewas kehabisan darah setelah dibawa ke RS Bhayangkara.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto menegaskan telah menginstruksikan anggotanya agar tak segan-segan memberi tindakan tegas terhadap para penjahat yang melakukan perlawanan. "Lumpuhkan. Kalau mereka buat lagi, dan mengancam nyawa petugas, matikan saja," tegasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA