Wednesday, 18 Sep 2019
Temukan Kami di :
News

Rusuh Berujung Anarkis, Total Ada 45 Orang yang Diamankan Polisi Terkait Demo di Timika

Totalnya ada 45 orang yang kami amankan untuk dilakukan proses penegakan hukum, sebab tidak dibenarkan melakukan kegiatan unjuk rasa anarkis dengan cara melakukan perusakan seperti tadi

Aisyah Isyana - 21/08/2019 17:55

Beritacenter.COM - Hingga saat ini, total ada 45 orang yang diamankan Polri-TNI terkait kericuhan massa di kantor DPRD Mimika, Kota Timika, Papua. Sebelumnya, 20 orang diamankan lantaran melempari Hotel Grand Mozza di Jalan Cendrawasih. Sementara beberapa lainnya diamankan usai melempari fasilitas kantor DPRD Mimika dengan batu.

"Totalnya ada 45 orang yang kami amankan untuk dilakukan proses penegakan hukum, sebab tidak dibenarkan melakukan kegiatan unjuk rasa anarkis dengan cara melakukan perusakan seperti tadi," kata Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto dikutip Antara, Rabu (21/8/2019).

Baca juga :

Agung sendiri mengaku sangat menyayangkan aksi unjuk rasa damai warga Timika berujung ricuh. Dimana massa yang menyampaikan aspirasi terkait insiden mahasiswa Papua di Jawa Timur, akhirnya berujung rusuh akibat oknum yang melakukan provokasi.

"Esensi aspirasi yang hendak mereka sampaikan yaitu berkutat pada isu rasisme yang dialami oleh mahasiswa Papua di Surabaya, Malang dan Semarang. Kita semua tidak membenarkan itu. Namun kemudian orasi mereka berubah ke arah yang sejak awal kita khawatirkan ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu yaitu permintaan soal merdeka, referendum. Ini jelas-jelas tidak dibenarkan," jelas Agung.

Aksi pelemparan batu terhadap fasilitas publik dan DPRD, terjadi sekitar pukul 13.00 WIT. Massa melempari kantor DPRD Mimika, pos satpam, pintu keluar kantor DPRD, hingga mobil TNI, Polri dan mobil pemadam kebakaran di Jalan Cendrawasih yang tak jauh di kantor DPRD.

"Lantaran massa sudah anarkis, tidak mematuhi aturan dan tata tertib, merusak aset pemerintah dan fasilitas umum serta fasilitas pribadi maka dengan sangat terpaksa kami harus bubarkan," jelas AKBP Agung.

Setelah didorong mundur polisi, massa yang berhamburan ke arah Kota Timika kembali melakukan perusakan terhadap fasilitas umum seperti melempari kaca-kaca Hotel Grand Mozza, kendaraan pribadi, dan memblokade jalan dengan membakar tumpukan kayu dan ban. Mereka juga melempari aparat dengan batu.

Setelah serangkaian aksi rusuh itu, situasi Kota Timika akhirnya dapat dikendalikan penuh oleh aparat gabungan TNI-Polri sekira pukul 15.30 WIT.

"Situasi Kota Timika kini sudah bisa kami pulihkan kembali. Namun kami mengimbau agar tidak boleh ada kumpulan atau kerumunan massa karena pertimbangan situasi. Kami masih terus mendata jumlah kendaraan dan aset yang mengalami kerusakan," kata AKBP Agung.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA