Monday, 30 Mar 2020
Temukan Kami di :
News

Soal Video Ceramah Salib, MUI Panggil Ustaz Abdul Somad Untuk Bertabayyun

Dewi Sari - 21/08/2019 11:03

Beritacenter.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengundang Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam rangka klarifikasi atau tabayyun mengenai video yang beredar di dunia maya. Hal itu berdasarkan dengan keputusan Rapat Pimpinan Harian MUI hari Selasa, 20 Agustus 2019 yang menyepakati akan mengundang Ustaz Abdul Somad (UAS) untuk bersilaturahmi sekaligus klarifikasi.

"Kami ingin menggali informasi dari beliau untuk mengetahui secara detail tentang kronologi permasalahan agar nantinya tidak salah dalam mengambil keputusan, maka kami perlu bertabayyun terlebih dulu dengan yang bersangkutan dan insyaallah beliau siap bertemu dengan kami hari ini jam 15.00 di Kantor MUI," kata Waketum MUI Zinut Tauhid Sa'adi melalui keterangan pers di Jakarta, Rabu (21/8).

MUI sebagai mediator atau penengan dalam menyelesaikan masalah ini. MUI Berharap kasus ini dapat selesai dengan cepat.

Untuk hal tersebut MUI mengimbau kepada semua pihak untuk bersabar, tetap tenang, tidak terpancing dan terprovokasi oleh pihak-pihak yang sengaja ingin menciptakan keresahan di masyarakat dengan cara mengadu domba antarumat beragama.

Sebelumnya, ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) viral di dunia maya dianggap telah menghina salah satu agama dalam ceramahnya. Dalam ceramhnya, UAS dianggap telah menghina lambang - lambang agama Kristen dan Katolik, seperti salib dan patung hingga tersebar viral di media sosial.

"Saya sedang dilaporkan ke Polda Nusa Tenggara Timur karena dianggap penistaan agama. Sudah baca beritanya?," tanya UAS kepada jemaahnya saat memberikan ceramah dalam rangka hari kemerdekaan RI 17 Agustus 2019 di Masjid At-Taqwa, Desa Simpang Kelayang, Pekanbaru, Riau.

UAS mengatakan video yang beredar itu merupakan ceramahnya beberapa tahun silam. Saat itu, menurut dia, sedang sesi tanya-jawab berlangsung dalam kajian tertutup di suatu masjid di Pekanbaru, Riau.

"Pertama itu saya menjawab pertanyaan bukan saya membuat buat untuk merusak hubungan. Ini perlu dipahami dengan baik," ujar UAS dalam klarifikasinya yang diunggah dalam channel FSRMM TV. Channel ini merupakan berisi ceramah agama dilakukan UAS.

"Yang kedua itu pengajian di dalam masjid tertutup, bukan di stadion, bukan di lapangan sepak bola, bukan di TV, tapi untuk intern umat Islam menjelas pertanyaan tentang patung dan tentang kedudukan nabi Isya AS. Utuk orang Islam dalam Quran dan sunah nabi SAW," jelas UAS.

Dia menegaskan ceramah dilakukannya itu tak bermaksud menghina salah satu agama. Ceramah rutin dilakukannya setiap subuh di akhir pekan di masjid An-Nur Pekanbaru.

 

 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA