Wednesday, 18 Sep 2019
Temukan Kami di :
Internasional

Terancam Hilang dari Peta Dunia, PM Singapura Gelontorkan Uang US$72 miliar

Indah Pratiwi - 19/08/2019 12:19

Beritacenter.COM - Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong menyebutkan negaranya teranacam tenggelam akibat kenaikan air laut dari pemanasan global dan perubahan iklim di dunia.

Lee menyebutkan, negaranya membutuhkan setidaknya US$72 miliar (Sg$100 miliar) untuk membangun pertahanan mengantisipasi melawan dampak perubahan iklim dari kenaikan air laut yang terus meninggi.

"Kita seharusnya memperlakukan pertahanan atas perubahan iklim seperti kami memperlakukan Angkatan Bersenjata Singapura-dengan sangat penuh keseriusan karena ini persoalan hidup dan mati," kata Lee, Minggu (18/8/2019) seperti dilansir AFP.

Perubahan iklim ini salah satu tantangan terburuk yang dihadapi manusia saat ini. Dan Singapura pun sudah merasakan dampak beratnya dari akibat perubahan iklim tersebut.

"Karena kita adalah pulau dataran rendah, Singapura sangat rentan terhadap satu ancaman besar, dan itu adalah kenaikan permukaan laut," ujar Lee.

Untuk mengantisipasi agar wilayah Singapura tidak tenggelam akibat kenaikan air laut adalah membangun tembok atau bangunan dengan tinggi setidaknya tiga meter di atas permukaan laut saat ini.

Lee menyebutkan, negaranya belajar dari cara Belanda membangun tembok di sepanjang pesisir laut dan membuat kawasan kering yang disebut polders di antara laut dan daratan.

"Polder adalah opsi yang paling serius bagi kami," ujar sang perdana menteri.




Berita Lainnya

Merasa Difitnah oleh AS, Iran Nyatakan Siap "Perang"

16/09/2019 10:07 - Sari Intan Putri
Kemukakan Pendapat


BOLA