Wednesday, 18 Sep 2019
Temukan Kami di :
News

Kutuk Aksi Penyerangan Polsek Wonokromo, Kompolnas: Perbuatan Keji dan Biadab!

Aisyah Isyana - 18/08/2019 07:07

Beritacenter.COM - Komisioner Kompolnas, Andrea H Poeloengan mengutuk keras terjadinya aksi penyerangan terhadap dua anggota Polsek Wonokromo. Terlebih, insiden itu terjadi saat masyarakat tengah larut dalam kerukunan memperingati Kemerdekaan RI ke-74.

"Perbuatan keji dan biadab yang dilakukan kepada kedua Bhayangkara pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat serta penegak hukum di Polsek Wonokromo, Aiptu Agus anggota SPKT Polsek Wonokromo dan anggota piket reskrim Briptu Febian. Semoga keduanya dipulihkan kembali, dan keluarganya diberikan kesabaran dan ketabahan," ungkap Andrea dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (17/8/2019).

Andrea yang mengutuk keras terjadinya aksi penyerangan itu mengingatkan Polri agar tetap siaga dan terus meningkatkan pengamanan di markas komando (Mako). "Saya mengutuk perbuatan keji dan biadab tersebut," tegasnya.

"Aksi sendirian yang dilakukan oleh pelaku OTK ini, perlu menjadi perhatian lebih dari Pimpinan Polri, agar menghimbau keseluruh jajaran kesiap siagaan dan peningkatan pengamanan Mako," jelasnya.

Selain itu, Adrea juga meminta agar pendalaman informasi terhadap pelaku dilakukan lebih intensif, agar dapat menemukan akar masalah dan mencari solusinya. Andrea juga berpesan agar masyarakat tak khawatir berlebihan dan percaya terhadap Polri.

"Kepada masyarakat juga agar tidak khawatir yang berlebihan akan tetapi tetap harus waspada, karena percayalah, Polri yang dibantu seluruh instansi terkait, akan senantiasa menjaga keselamatan, keamanan dan kenyamanan seluruh masyarakat," tuturnya.

Masyarakat juga diimbau untuk segera melapor ke pihak polisi setempat, apabila mendapat hal-hal yang mencurigakan. "Agar Polri juga mengantisipasi kemungkinan Hoax yang mungkin dapat timbul sebagai dampak ikutan kejadian tersebut," jelasnya.

"Apakah kejadian ini bentuk dari Terorisme, saya belum bisa komentar, karena merupakan kewenangan dari Polri. Saya masih perlu keterangan resmi dari Polri tentang kelompok Terorisme yang seperti apa dan yang mana," sambungnya.

Meski begitu, Andrea berpendapat jika kejahatan yang dilakukan pelaku layak diganjar hukuman mati. "Akan tetapi jika ini dikatakan adalah kejahatan yang layak di tuntut hukuman mati, ya saya sependapat," jelasnya.

"Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa melindungi seluruh jajaran Polri dalam melaksanakan pengabdiannya, juga beserta keluarganya. Aamiin Yaa Robbal ‘Alamiin," pungkas Andrea.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA