Friday, 20 Sep 2019
Temukan Kami di :
Kesehatan

3 Fakta Dibalik Naiknya Iuran BPJS Kesehatan

Indah Pratiwi - 16/08/2019 11:35

Beritacenter.COM - Kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan kian hari semakin santer terdengar di masyarakat. Beberapa waktu lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut pemerintah telah menyetujui untuk menaikkan iuran bagi peserta BPJS Kesehatan.

Rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan nantinya akan berdampak pada para penerimanya. Banyak masyarakat yang bertanya-tanya kapan iuran itu akan naik, dan berapa jumlah besarannya.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris menyebutkan kenaikan tarif iuran tersebut diharapkan agar bisa meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Mengenai kenaikan iuran kenaikan BPJS Kesehatan, berikut penjelasan selengkapnya, Kamis(15/8/2019).

1. Kewenangan menaikan iuran BPJS Kesehatan Hanya Pemerintah
Banyak masyarakat yang menduga kenaikan iuran bagi program jaminan kesehatan ialah wewenang dari BPJS Kesehatan. Namun Fahmi menepis tudingan itu. Pihak BPJS Kesehatan hanya bertugas sebagai operator atau penyelenggara. Untuk soal kenaikan iuran program Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN–KIS) menurutnya merupakan kewenangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

2. BPJS Kesehatan Terlibat Dalam Teknis
Sebagai penyelenggara sosial, BPJS hanya terlibat dalam hal-hal teknik. Menurut Fahmi, BPJS hanya memiliki penyediaan data dan informasi sebagai acuan untuk penyusunan regulasi. BPJS Kesehatan hanya mengatur penyediaan data utilisasi dan biaya peserta JKN–KIS per orang per bulan. Sementara untuk kebijakan kenaikan sendiri bukanlah wewenang BPJS melainkan pemerintah pusat.

3. Meningkatkan kualitas Pelayanan
BPJS Kesehatan sendiri masih belum tahu pasti besaran kenaikan iuran yang direncanakan. Namun pada prinsipnya kenaikan iuran untuk meningkatkan kualitas dan pelayanan masyarakat.




Berita Lainnya

5 Manfaat Minyak Zaitun Untuk Kesehatan

19/09/2019 05:40 - Dewi Sari
Kemukakan Pendapat


BOLA