Friday, 20 Sep 2019
Temukan Kami di :
News

Polisi Terbakar saat Kawal Demo di Cianjur, Kompolnas: Kapolres dan Jajaran Harus Undur Diri

Fani Fadillah - 15/08/2019 20:10 Komisioner Kompolnas, Andrea Poeloengan

Beritacenter.COM - Tiga orang anggota Polres Cianjur mengalami luka bakar serius saat mengawal aksi unjuk rasa kelompok Organisasi Kepemudaan (OKP) Cipayung Plus di depan Kantor DPRD Cianjur. Sejumlah pihak pun memberikan tanggapan terkait insiden tersebut salah satunya dari Komisioner Kompolnas Andrea H Poeloengan.

Andrea menyayangkan adanya musibah tersebut, ia berharap agar para korban mendapat penanganan dan perawatan secara intensif. Kapolda dan Kapolri juga diharapkan bisa memberikan perhatian lebih terhadap para korban.

"Pertama-tama saya haturkan duka cita yang mendalam kepada para anggota yang menjadi Korban. Saya harap mereka mendapat perawatan yang maksimal, dan untuk Kapolda serta Kapolri juga diharapkan bisa memberikan perhatian lebih terhadap korban serta keluarganya," ujar Andrea, Kamis (15/8/2019).

Ia mengecam perbuatan pelaku yang sangat keji, bahkan terencana. Menurutnya untuk apa membawa bensin dalam kegiatan unjuk rasa.

"Tidak masuk akal," tegasnya.

Disisi lain ia juga mengkritisi ketidaksiapan dalam menghadapi unjuk rasa. Ia pun mempertanyakan bagaimana sebenarnya persiapan pengamanan unjuk rasa tersebut.

"Alat pemadam saja tidak ada saat ada yang terbakar, bagaimana persiapan pengamanan yang berasal dari ancaman Satuan Intel? apa tidak ada apel persiapan sebelum kegiatan pengamanan?," ungkapnya.

Menurutnya, kepolisian terkesan tidak siap mengantisipasi keadaan terburuk saat unjuk rasa. Andrea juga meminta pertanggungjawaban kepada Kapolres, Kabagops, Kasat Sabhara dan Kasat Intel yang dinilai lalai hingga terjadinya insiden ini.

"Sebagai pertanggungjawaban moril sebaiknya Kapolres mengundurkan diri," ujarnya.

Ia pun menganalogikan jika di suatu daerah ada unjuk rasa dan ada warga yang tewas terkena peluru karet (bukan peluru tajam), tentu Kapolres dan jajarannya akan diperiksa.

Lalu, lanjut Andrea, bagaimana dengan kasus ini dimana korbannya adalah anggotanya sendiri. Menurutnya Kapolres harus diperiksa dan dicopot segera.

"Kapolres harus dicopot, begitu juga dengan jajaran perwira dan anggotanya yang terlibat. Polda Jabar dan Mabes Polri harus menurunkan tim untuk memeriksa kejadian ini. Audit investigatif juga yang terkait dengan SOP, Peralatan, bahkan Anggaran yang ada selama ini dalam menghadapi unjuk rasa. Apakah personel kurang, apakah juga ada pelatihan bagi anggota Polri, bagaimana dengan produk intel dalam mengantisipasi kejadian, dapat menjadi bagian dari audit tersebut," jelasnya.

Pimpinan Polri harus melakukan hal yang sama, saat tegas terhadap masyarakat yang menjadi korban maka harus tegas juga jika anggotanya yang menjadi korban. Khususnya dalam mengevaluasi jajarannya.

Andrea berharap agar kasus ini segera selesai dan pelaku diberi hukuman seberat-beratnya.

"Kasat Serse harus segera mengungkap kasus ini, kemudian memproses pelakunya," ujarnya.

"Para pelaku itu biadab, wajar jika nantinya hakim mengadili dengan memutus seumur hidup bahkan jika berani hukuman mati, agar negara ini tetap berwibawa dan terjaga utuh," tuntasnya.




Berita Lainnya

Papua Berduka, Gubernur Pertama Papua Barat Wafat

20/09/2019 10:24 - Baharuddin Kamal
Kemukakan Pendapat


BOLA