Wednesday, 18 Sep 2019
Temukan Kami di :
Investasi

Ini Alasannya Mengapa Warga Yang Punya Mobil Sulit Ajukan Rumah DP 0 Rupiah

Indah Pratiwi - 15/08/2019 07:36

Beritacenter.COM - Pemerintah melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman Provinsi DKI Jakarta menerangkan masyarakat yang memiliki mobil akan sulit mengajukan kredit rumah DP 0 rupiah.

Kepala Unit Fasilitas Pemilikan Rumah Sejahtera pada Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman Provinsi DKI Jakarta, Dzikran Kurniawan memberikan alasan semakin mahal mobil yang dimiliki maka pajaknya akan semakin mahal. Belum lagi kredit atau cicilan mobil mereka yang belum lunas tentunya akan membuat kredit di bank macet.

"Semakin mahal mobil, pajaknya akan semakin mahal. Dengan gaji maksimal Rp7 juta, mampu tidak? Bukan anti orang punya mobil," kata Dzikran Kurniawan saat ditemui di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Tentunya, kata dia, perbankan yang akan membantu proses pencairan kredit rumah pemohon. Pihaknya hanya membantu memfasilitasi kepemilikan rumah dari masyarakat DKI yang kini membutuhkan tempat tinggal tetap di tengah keterbatasan finansial. Akan tetapi, ia memberikan wewenang kepada perbankan kepada siapa kredit itu diberikan.

Dia menambahkan, bagi masyarakat DKI Jakarta yang memiliki kendaraan pribadi, khususnya mobil, memiliki konsekuensi bagi nasabah untuk menutup pembiayaan rutin perawatan, cicilan hingga beban pajak sehingga akan ditolak oleh perbankan untuk mengajukan kredit rumah DP 0 rupiah. Kepemilikan mobil menjadi perhatian perbankan dalam memberikan kredit rumah DP 0 Rupiah kepada warga masyarakat.

"Kendaraan itu kan harus dipelihara, pembayaran cicilan, cuci saja sudah Rp 30 ribu, belum servis tiap bulan. Mobil itu belanja rumah tangga. Kita jangan sampai bantu orang tapi kredit bermasalah. Kita lihat secara keuangannya bagus atau tidak untuk ke depan. Jangan sampai mengganggu sistem yang baik di perbankan," katanya.

Selain itu, masyarakat yang memiliki mobil kemudian mengajukan Rumah DP 0 rupiah juga akan menimbulkan permasalahan lahan parkir kendaraan yang terbatas di Rusunami DP0 Rupiah di Klapa Vilage Jakarta Timur.

"Area parkir terbatas. Kalau 700 hingga 800 penghuni pakai mobil semua, mau taruh dimana? Bisa saja diparkir di kampung sebelah, tapi rawan konflik tetangga," katanya.

 




Berita Lainnya

Alasan BI Sulit Mencegah Dana Asing Yang Kabur

06/09/2019 23:11 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA