Friday, 06 Dec 2019
Temukan Kami di :
News

Beri Efek Jera, Satgas Karhutla Bakal Tembak Ditempat Pelaku Pembakar Lahan

Aisyah Isyana - 13/08/2019 22:15

Beritacenter.COM - Personel TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) akan melakukan operasi tangkap tangan terhadap para pelaku pembakar lahan. Tindakan tegas tembak di tempat akan dilakukan jika diperlukan.

Sejak musim kemarau 2019 ini, kebakaran hutan dan lahan memang terpantau meluas di Sumatera Selatan. Danrem 044/Garuda Dempo, Kolonel Arh Sonny Septiono meminta agar pelaku pembakar lahan ditembak ditempat jika perlu, namun tetap sesuai SOP yang ada.

"Ya saya bilang kalau ada lihat pembakar lahan langsung tembak di tempat. Tetapi tetap harus sesuai SOP dan lihat kondisi di lapangan," kata Sonny di rapat evaluasi untuk pencegahan kebakaran lahan di Posko Satgas Karhutla BPBD Sumatera Selatan, Selasa (13/8/2019).

Baca juga :

Sonny mengatakan, intruksi itu diberikan usai diketahui bahwa 99 persen penyebab kebakaran adalah manusia sendiri. Para pelaku melakukan pembakaran secara sadar dan sengaja, untuk membuka lahan.

"99 persen kebakaran ulah manusia dan sisanya karena alam. Tapi itukan sangat kecil dan harus ada tindakan tegas agar jadi efek jera," samhung Sonny yang juga menjabat sebagai Dansatgas Karhutla di Sumsel.

Sementara itu, Kabaharkam Polri, Komjen Condro Kirono, menyebut pihaknya juga akan memburu para pelaku pembakaran hutan. Guna memberikan efek jera kepada para pelaku pembakar lahan, petugas tak segan untuk memberikan tindakan tegas.

"Saya sarankan satgas untuk melakukan operasi tangkap tangan. Buru pembakar lahan supaya ada efek jera dan tidak lagi terulang," ujar Kabaharkam Polri, Komjen Condro Kirono di lokasi yang sama.

Menurutnya, penanganan kebakaran hutan dan lahan akan sulit dilakukan tanpa adanya peran dan kesadaran dari masyarakat sendiri. Untuk itu, dia meminta agar masyarakat juga turut dilibatkan dalam operasi tangkap tangan pelaku pembakar lahan.

"Saya pernah menjadi pelaku yang ikut mengatasi masalah kebakaran lahan di Riau 2014 lalu. Itu sangat sulit dan kita harus melibatkan masyarakat di sekitar. Masyarakat ikut OTT dan beri apresiasi," urai Condro.

Dia mengaku optimis pengawasan karhutla yang turut melibatkan masyarakat akan lebih maksimal. Terlebih, ada ribuan persoel satgas gabungan darat hingga udara juga yang akan diterjunkan di lapangan.

"Bukan hanya satgas, warga juga boleh menangkap pelaku pembakaran lahan. Siapapun yang melihat pembakar lahan bisa langsung tangkap, langsung proses hukum," terang Condro.

Condro menanmbahkan, pihaknya juga masih terus melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Saat ini, sudah ada 5 heli water bombing disiagakan guna memadamkan karhutla.

"Pemadaman masih kami lakukan, untuk kendala karena jarak tempuh cukup jauh dari Palembang. Di mana kita ketahui ya, heli untuk water bombing itu terbangnya hanya 3 jam kalau jarak tempuh 1 jam itu artinya pemadaman hanya bisa 1 jam," terang Komandan Satgas Udara, Kolonel Pnb Heri Sutrisno di kesempatan yang sama.




Berita Lainnya

Polri Tetapkan Habib Jafar Shodiq Jadi Tersangka

05/12/2019 18:33 - Baharuddin Kamal
Kemukakan Pendapat


BOLA