Thursday, 22 Aug 2019
Temukan Kami di :
Kriminal

Polisi Ringkus 3 Kurir Sabu Jaringan Lapas di Kebayoran Baru Jaksel

Aisyah Isyana - 13/08/2019 21:30

Beritacenter.COM - Tiga orang kurir narkoba jenis sabu dibekuk polisi di wilayah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Mereka merupakan sindikat narkoba jaringan narapidana di sebuah lapas. Polisi berhasil membongkar kasusu ini usai mendapat informasi terkait adanya transaksi sabu.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, polisi akhirnya dapat meringkus dua orang tersangka berinisial DA (22) dan GR (23). Keduanya diringkus di sebuah kos-kosan di wilayah Joglo, Jakarta Barat, Sabtu (10/8).

Baca juga :

"Mengamankan lebih kurang sebanyak 300 gram (sabu) dan 2 orang tersangka," kata Kapolsek Metro Kebayoran Baru AKBP Benny Alamsyah, di Mapolsek Metro Kebayoran Baru, Jalan Kyai Maja, Kebayoran Baru, Jaksel, Selasa (13/8/2019).

Setelah meringkus dua tersangka, polisi kembali melakukan pengembangan kasus dan berhasil meringkus satu tersangka lainnya bernisial AP (26) di depan GOR Bulungan. Dari penangkapan terhadap AP, polisi mengamankan barang bukti 36 gram sabu.

Benny menjelaskan, ketiga kurir sabu itu merupakan sindikat narkoba jaringan lapas. Mereka melakukan aksinya dengan modus menempelkan sabu yang dipesan ke tempat-tempat yang sudah disepakati kedua pihak.

"Dua orang tersangka ini atas nama DA dan GR dia mendapat barang atas perintah dari yang di dalam lapas. Pembelinya pun dikendalikan dari dalam, jadi yang bersangkutan hanya membawa, menyimpan, menunggu perintah dari dalam (lapas)," katanya.

Benny pun membeberkan aksi dari sindikat sabu jaringan lapas tersebut. Menurutnya, napi di dalam lapas akan menghubungi para tersangka untuk mengantarkan sabu yang dipesan pembeli.

"'Tolong ditimbang nanti ada orang yang menghubungi dengan nomor handphone ini', atau pun yang di dalam LP bisa memberikan nomor handphone yang bisa dihubungi. Nanti mereka janjian, sistemnya tempel, tergantung janjiannya dimana. Barang bisa ditempel di tong sampah, di pohon, segala macam," sambungnya.

Kurir sabu itu diketahui telah beraksi selama tiga bulan terakhir. Dari pengantaran sabu itu, ketiga tersangka mendapat keuntungan berupa sabu 5 gram saat berhasil mengirimkan 100 gram kepada pembeli.

"Kalau dari keterangan AP, dia itu tidak mendapat keuntungan dalam bentuk uang, tapi dikasih bahan. Mungkin per satu ons atau seratus gramnya dia dikasih 5 gram. Kalau diestimasi dalam uang, dia dapatkan 5 juta," jelas Benny.

Dari pengungkapan kasus ini, polisi juga menyita alat timbang dan beberapa unit handphone yang digunakan untuk melancarkan transaksinya. Para pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 111 ayat 2 dan Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA