Thursday, 22 Aug 2019
Temukan Kami di :
Politik

Politikus Gerindra "Bongkar" Ada Penumpang Gelap Yang Pengaruhi Prabowo Ke Jalan Yang Sesat...!

Indah Pratiwi Budi - 12/08/2019 11:45

Beritacenter.COM - Penumpang gelap ini semula nampak mati-matian mendukung Prabowo selama Pilpres berjalan. Namun belakangan diketahui penumpang gelap ini hanya berusaha memanfaatkan Prabowo demi kepentingan pribadi mereka.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad buka-bukaan soal ‘penumpang gelap’ tersebut.

Dasco mengatakan awalnya Prabowo memang percaya pada penumpang gelap ini. Namun Prabowo kemudian mengambil tindakan karena sadar telah dimanfaatkan secara sepihak.

“Soal penumpang gelap, bukan karena kita singkirkan. Prabowo jenderal perang, dia bilang sama kita ‘kalau diadu terus, terus dikorbankan, saya akan ambil tindakan’. Enggak terduga dia banting setir dan orang-orang itu gigit jari,” Beber Dasco di Hotel Ashley, Jakarta Pusat, Jumat (9/8).

Karena itu Prabowo pun langsung merancang strategi yang bisa membuat para penumpang gelap ini marah dan kecewa. Salah satu strategi itu adalah pertemuan Prabowo dengan Jokowi di Stasiun MRT pada awal Juli lalu.

“Untuk keutuhan NKRI, bukan mau minta menteri. Dirancanglah pertemuan rekonsiliasi secara diam-diam, senyap, tiba-tiba, untuk persatuan bangsa. Ketemulah dua tokoh itu di MRT,” kata Dasco.

Mungkin lagu Noah “Buka Saja Topengmu” cocok dinyanyikan untuk gerombolan PA 212. Kedok mereka akhirnya tersingkap setelah pertemuan Prabowo dengan Jokowi. Dan kini setelah Prabowo semakin akrab dengan Megawati dan PDIP. Para penumpang gelap semakin gigit jari.

Siapa sajakah penumpang gelap itu?

Para penumpang gelap di kubu Prabowo adalah para tokoh agama yang radikal, pemuja khilafah dan antek-antek teroris. Mereka yang mau menjalankan agama secara murni tetapi memaksa orang lain mengikuti ideologinya serta menganggap kelompok di luarnya sesat dan harua disingkirkan.

Saat Prabowo banting setir mendukung pemerintah, akhirnya para penumpang gelap itu satu persatu gigit jari. Beruntung Prabowo lebih mengutamakan kepentingan bangsa di atas egonya.

Sebetulnya Dasco enggan menjelaskan secara detail siapa yang dimaksud ‘penumpang gelap’ itu. Dia hanya menjelaskan para ‘penumpang gelap’ ini disebut kecewa atas tindakan Prabowo yang melarang pendukungnya berdemo ke Mahkamah Konstitusi (MK) saat sidang sengketa Pilpres 2019.

Namun, Dasco lebih menunjuk ke PA 212 yang kemarin menggelar ijtima’ ulama 4 menentang pemerintah yang sah. Mereka gerombolan sakit hati termasuk ormas FPI dan HTI.

Sebelumnya Novel bamukmin mengaku diancam akan dipidanakan oleh orang dalam Prabowo saat menggelar demo di MK. Padahal jauh hari sudah mewanti-wanti agar jangan ada demo lagi.

Novel juga mengaku dikeluarkan dari keanggotaan BPN dan penasehat hukum koalisi Prabowo. Memang sebenarnya internal mereka sudah bermasalah dari awal karena perbedaan ideologi nasionalis dan ekstrimis.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA