Friday, 06 Dec 2019
Temukan Kami di :
Teknologi

Celaka, Data Masyarakat Banyak Diperjual Belikan di Internet

Indah Pratiwi - 12/08/2019 11:01

Beritacenter.COM - Lembaga Bantuan Hukum(LBH) Jakarta mengaku sangat prihatin dengan banyaknya beredar data masyarakat yang diperbjual belikan yang dikhawatirkan digunakan untuk tindak kejahatan atau disalah gunakan.

LBH Jakarta Jenny Sirait menyebutkan telah melakukan riset dan menemukan banyak data masyarakat diperjual belikan di internet dengan harga Rp2.500.

"Kita tidak tahu dijual belikan atau tidak. Hasil riset kami dua tiga tahun lalu, satu data orang bisa dihargai 2500 sampai 3500. per satu data ke satu tempat," ujar Jenny di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (2/8).

Di lain tempat, pihak keamanan antivirus terkemuka, ESET, Wahyudi Djafar menyebutkan masyarakat sudah melaksanakan kewajibannya dengan melaporkan data. Akan tetapi, banyak data penduduk beredar dan biasanya digunakan oleh pihak yang memiliki akses data tersbut.

"Saat ini kita tidak tahu apakah data diperjualbelikan. Misalnya satu institusi dia melakukan kerja sama dan kemudian bisa mengakses lima item data. Misalnya kita ambil contoh satu data kita hargai Rp300, Rp300 kali lima dia punya Rp1500 untuk satu orang. ketika dia punya konsumen 10 juta, tinggal dikali. 1500 dikali 10 juta, itu sudah 15 miliar," ujar Wahyudi.

Berdasarkan Pasal 1 angka 22 jo Pasal 48 ayat (1) UU Adminduk menjelaskan, data pribadi adalah data perseorangan yang perlu disimpan, dirawat, dan dijaga kebenaran serta dilindungi kerahasiaannya.

"Dalam perkembangannya, definisi data pribadi adalah mencakup setiap data dan/atau informasi yang sendiri-sendiri atau dikombinasikan, dapat mengidentifikasi atau mengenali seorang individu, baik secara langsung maupun tidak langsung," ujar Wahyudi.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah memberikan akses data kependudukan kepada sejumlah perusahaan swasta. Menurut Wahyudi hal ini berpotensi melanggar privasi warga sebagai pemilik data yang dikhawatirkan disalah gunakan sehingga masyarakat menjadi korban tindak kejahatan.

 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA