Tuesday, 22 Oct 2019
Temukan Kami di :
Bisnis

Bisnis Alibaba Terancam Bahaya

Indah Pratiwi - 12/08/2019 07:30

Beritacenter.COM - Presiden Grup Alibaba Michael Evans yang merupakan satu dari tujuh belas mantan direksi Goldman Sachs yang didakwa oleh Malaysia atas keterlibatan mereka dalam skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Dikutip dari situs Dealstreetasia, Evans telah menyesatkan investor ketika mengatur penawaran untuk dana negara 1MDB Malaysia, yang merupakan pusat dari salah satu skandal keuangan terbesar dalam sejarah baru-baru ini.

Pertumbuhan bisnis Alibaba ke Asia Tenggara yang mendorong akuisisi atas marketplace Lazada yang diduga bisnis tersebut banyak merugikan investor.

Pria yang bergabung dengan Alibaba pada 2015 itu sebagai salah satu karyawan baru dengan profil tertinggi yang menawarkan untuk mewujudkan ambisi pendiri Alibaba Jack Ma untuk mendapatkan separuh keuntungannya di luar China.

Jika Evans terbukti bersalah maka ia terancam 10 tahun penjara dan denda minimum £200 ribu (Rp3,37 miliar).

Selain itu, lembaga keuangan global asal Amerika Serikat, Goldman Sachs, turut membantu mengumpulkan dana sebe­sar US$6,5 miliar melalui penawaran penjualan obligasi 1MDB.

Atas putusan itu, pengadilan tinggi Malaysia itu, pihak Gold­man Sachs menyatakan akan melawan dakwaan tersebut.

“Kami yakin dakwaan yang diumumkan hari ini bersama dengan dakwaan-dakwaan terh­adap tiga entitas Goldman Sachs yang diumumkan pada Desem­ber lalu, salah sasaran dan kami akan melakukan pembelaan secara gigih,” kata juru bicara Goldman Sachs.




Berita Lainnya

Nadiem Makarim Mundur dari Bos Gojek

21/10/2019 13:15 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA