Tuesday, 02 Jun 2020
Temukan Kami di :
Politik

PSI: Jangan Agamakan Pancasila dan Jangan Negarakan Syariah

Indah Pratiwi Budi - 10/08/2019 12:22

Beritacenter.COM – Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli menyinggung seruan hasil Ijtima Ulama 4 yang menginginkan NKRI bersyariah berdasarkan ideologi Pancasila. Menurut Gun Romli, sapaannya, gagasan tersebut tak ayal hanyalah kedok palsu demi menegakkan sistem khilafah di Tanah Air.

Ia memandang, Ijtima Ulama 4 melahirkan propaganda palsu yang disebar oleh koalisi Front Pembela Islam (FPI) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

“NKRI Syariah Berlandasakan Pancasila’ adalah propaganda palsu & bodoh, tujuan mereka kan tetap tegaknya Khilafah, propaganda palsu ini berasal dari koalisi FPI & Hizbut Tahrir. Menyebut NKRI & Pancasila cuma kedok saja,” cuitnya dalam akun Twitter @GunRomli, Selasa, 6 Agustus 2019.

Pria berusia 41 tahun ini menilai, antara ideologi Pancasila dengan Syariah tidak bisa disatukan. Sebab, Negara Kesatuan Republik Indonesia terlahir dari kesepakatan yang tertuang dalam lima poin Pancasila, yang berkonstitusi pada Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 45).

Gun Romli tidak sejalan dengan konsep NKRI syariah berdasarkan Pancasila yang dihembuskan dalam hasil Ijtima Ulama 4 yang berlangsung Senin, 5 Agustus di Hotel Lorin, Bogor, Jawa Barat.

Menurutnya, syariah berdasar dari Al Quran, Sunnah, Ijma’, dan Qiyas. “Gak usah seret-seret syariah yang hanya sebagai kedok politik,” ujarnya.

Ia menegaskan, prinsip bernegara di Indonesia adalah menjalankan dan mematuhi segala ketentuan yang terangkum dalam Pancasila, UUD 45, dan yang tidak kalah pentingnya adalah merawat Bhinneka Tunggal Ika.

“Gak usah seret-seret syariah yang hanya sebagai kedok politik, nah dalam berislam, ya tetap syariah, landasannya: Quran, Sunnah, Ijma’, Qiyas,” ujarnya.

Jadi, kata Gun Romli, jangan agamakan Pancasila dan jangan negarakan syariah. Sebab, keduanya memiliki koridor terpisah.

“Jangan dicampur aduk meski saling berhubungan,” kata dia.




Berita Lainnya

Ketika Wakil Rakyat Tak Lagi Beradab

20/05/2020 15:40 - Indah Pratiwi Budi

Pemerintah Maksimalkan Penyaluran BLT Dana Desa

18/05/2020 20:54 - Sari Intan Putri
Kemukakan Pendapat


BOLA