Friday, 20 Sep 2019
Temukan Kami di :
Keuangan

Bank Indonesia Umumkan CAD Membengkak

Indah Pratiwi - 09/08/2019 22:01 Gubernur BI, Perry Warjiyo

Beritacenter.COM - Bank Indonesia mengumumkan saat ini keuangan mengalami defisit pada transaksi berjalan (CAD) untuk kuartal II 2019 mencapai USD8,44 miliar atau 3,04% dari PDB.

Angka CAD ini mengalami pembengkakan dibandingkan kuartal I 2019 sebesar USD7 miliar (2,6%), bahkan CAD kuartal II 2018 yang sebesar USD7,9 miliar atau 3,01% dari PDB. Apabila dilihat dari belakang, posisi CAD pada kuartal II 2019 merupakan yang terburuk dalam lima tahun atau sejak 2014.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan hal terjadi lantaran situasi eksternal. Salah satunya ialah perang dagang antara Amerika Serikat(AS) dan China yang seolah tidak ada hentinya, sehingga mempengaruhi kinerja perdagangan yang menyebabkan perlambatan ekonomi.

"Risiko perang dagang kian menguat setelah AS menambah tarif impor 10% bagi barang impor China dan dibalas dengan devaluasi yuan oleh China," ujar Perry Warjiyo di Gedung BI, Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Untuk memperbaiki defisit transaksi berjalan, maka pemerintah harus intensif melakukan ekspor ke AS. Khususnya, produk-produk substitusi China yang selama ini diekspor ke AS.

"Pemerintah harus juga menangkap peluang relokasi investasi dari China ke Indonesia. Ini penting sebagai peluang Penanaman Modal Asing (PMA)," jelas dia.

Dia menambahkan, pembengkakan CAD kuartal II 2019 terjadi banyak faktor seperti, repatriasi dividen, pembayaran bunga utang luar negeri, melemahnya kinerja ekspor, dampak perlambatan ekonomi dunia, dan melemahnya harga komoditas.

Selain itu, defisit neraca perdagangan migas juga alami peningkatan menjadi USD3,2 miliar dari USD2,2 miliar pada kuartal sebelumnya, seiring kenaikan harga minyak global dan peningkatan permintaan musiman impor migas saat Idul Fitri dan libur sekolah.




Berita Lainnya

BI Turunkan Bunga KPR dan Kendaraan

19/09/2019 19:01 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA