Friday, 30 Oct 2020
Temukan Kami di :
Politik

Gerindra Bergabung ke Pemerintah? Keputusan di Tangan Prabowo

Fani Fadillah - 09/08/2019 11:06

Beritacenter.COM - Dalam acara Kongres V PDIP, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri memberikan pidatonya. Mega mengatakan bahwa dirinya kerap kali memberikan sinyal pada agar Partai Gerindra bergabung ke pemerintahan. Hal itu dikatakan Mega langsung di hadapan Prabowo yang juga hadir di kongres tersebut.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Prabowo, Dahnil Anzhar Simanjutak menegaskan selama ini hubungan Mega dan Prabowo memang sangat baik. Namun, semua keputusan Gerindra gabung ke koalisi pemerintahan berada di tangan Mantan Danjen Kopassus itu.

"Gerindra secara resmi sudah menyerahkan sepenuhnya keputusan akan berkoalisi artinya masuk pemerintahan atau menjadi mitra kritis di luar pemerintahan kepada Pak Prabowo," kata Dahnil, Jumat (9/8).

Dahnil mengungkapkan, Prabowo dan Mega memang sering berbicara soal kebangsaan. Sehingga wajar jika suasana keduanya terlihat cair di acara kongres.

"Gerindra secara resmi sudah menyerahkan sepenuhnya keputusan akan berkoalisi artinya masuk pemerintahan atau menjadi mitra kritis di luar pemerintahan kepada Pak Prabowo," ungkapnya.

Dia pun menambahkan, keputusan koalisi tidak hanya berada di tangan Prabowo. Tetapi juga di tangan Mega dan presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi.

"Nah terkait posisi di mana tentu beliau tahu persis etika Politiknya, jadi sangat tergantung Bu Megawati dan Pak Jokowi membutuhkan Pak Prabowo dan Gerindra sebagai mitra kritis (Oposisi) atau di dalam Pemerintahan, bagi Pak Prabowo keduanya sama," ucapnya.

Sebelumnya, Putri Megawati yang juga Ketua DPP PDIP, Puan Maharani menilai, peluang Gerindra bergabung koalisi makin terbuka lebar. Puan mengatakan, dinamika politik akan selaku berkembang.

Puan mengutip salah satu isyarat ajakan Megawati untuk berkoalisi dengan Prabowo. Puan menyinggung ketika Megawati meminta Prabowo mendekatinya. Puan menerjemahkan pernyataan tersebut sebagai sinyal koalisi. Apalagi dia mengartikan ajakan tersebut apabila Prabowo ingin maju untuk Pemilu 2024.

"Dinamika politik selalu berkembang. Tadi ibu dalam pidatonya menyampaikan makanya kalau 2024 mau maju lagi dekat-dekat saya ya. Silakan dipikirkan apa maksudnya," kata dia di Hotel Grand Inna Beach, Bali, Kamis (8/8).




Berita Lainnya

Ganjar Pronowo Teratas di Survei Pilpres IPO

28/10/2020 20:14 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA