Thursday, 22 Aug 2019
Temukan Kami di :
Nasional

Nyerobot Doa di Pemakaman Mbah Moen, Rizieq Syihab Disebut Tak Beretika

Lukman Salasi - 08/08/2019 07:51

BeritaCenter.COM - Dubes Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menegaskan Rizieq Syihab tidak memimpin pembacaan doa saat pemakaman ulama karismatik KH Maimun Zubair atau Mbah Moen di Al Ma'la Mekah. 

Agus Maftuh menyebut Rizieq telah melakukan penyerobotan doa tanpa koordinasi. Tindakan Rizieq itu dinilai tak beretika.  

Proses pemakaman sang kiai kata Agus Maftuh memang dipadati banyak orang, termasuk Rizieq, yang berada di lokasi pemakanan. 

"Saya lihat MRS (Muhammad Rizieq Shihab) memang hadir sejak awal dan berkerumun di lubang yang salah,” kata Agus Maftuh, Rabu (7/8/2019).

Setelah proses pemakanan selesai, Agus mengatakan ada orang yang tiba-tiba membacakan talkin. Padahal itu sangat tidak etis karena dalam tradisi NU, kalau ada kiai besar wafat jarang ditalkin. Kalaupun ditalkin harus dilakukan kiai yang selevel. 

Kagetnya lagi setelah itu, kata Agus Maftuh, tiba-tiba Rizieq langsung membacakan doa dengan suara keras tanpa diminta dan tidak koordinasi dulu.

"Selanjutnya tanpa aba-aba, Habib MRS membacakan doa dengan suara keras di tengah kerumunan jemaah,” jelasnya.

Menurut Agus, tindakan Rizieq tersebut sangat tidak etis. Agus sangat menyesalkan prilaku Rizieq yang dinilai tidak menghormati budaya NU.

"Ini yang saya sebut sebagai 'ketidak-etisan'. Meski saya muda saya ini jadi Bapak seluruh WNI yang ada di Arab Saudi dan saya sebagai shohibul bait (yang punya hajat). Saya heran ada orang tanpa koordinasi dengan shohibul bait memposisikan diri sebagai pembaca doa,"  katanya.

"Dalam tradisi NU, ulama kalau disuruh berdoa masih memakai budaya ewuh-pekewuh, yang senior biasanya yang didorong untuk berdoa dan kiai-kiai yang junior mendampingi. Lha ini kok ada yang main serobot doa tanpa izin shahibul bait yang punya tanggungjawab mulai proses perizinan sampai pemakaman seorang yang sangat dihormati oleh Umat Islam di Indonesia khususnya Nahdlatul Ulama. Ini tak etis dan tidak dikenal dalam tradisi pesantren," ungkapnya.




Berita Lainnya

Fakfak Papua Barat Memanas, Kios-kios Dibakar

21/08/2019 11:46 - Lukman Salasi
Kemukakan Pendapat


BOLA