Tuesday, 22 Oct 2019
Temukan Kami di :
Ekonomi

Gara-gara Tiket Pesawat Kelewat Mahal Pertumbuhan Ekonomi Melambat

Indah Pratiwi - 08/08/2019 06:47

Beritacenter.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) telah melakukan pencatatan adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2019 menjadi 5,05 persen dimana tahun sebelumnya mencapai 5,27 persen.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menyebutkan, ada beberapa subsektor perlambatan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2019. Salah satunya ialah subsektor transportasi dan pergudangan.

Berdasarkan laporan BPS, tercatat ada penurunan dari 8,70 persen pada kuartal II 2018, menjadi 5,78 persen pada kuartal II 2019. Penurunan ini disebabkan lantaran anjloknya pertumbuhan transportasi udara lantaran mahalnya tarif biaya pesawat di seluruh maskapai lokal.

"Transportasi udara pertumbuhannya turun menjadi sebesar -13,77 persen (kuartal II 2019), atau jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2018 yang sebesar 9,58 persen," ujar dia di Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Anjloknya transportasi udara membuat merosotnya angka penumpang pesawat sepanjang semester pertama tahun ini. Sejak Januari-Juni 2019 jumlah penumpang pesawat rute domestik hanya mencapai 36,5 juta penumpang dan pada periode yang sama tahun sebelumnya mencapai 45,9 juta penumpang.

"Tiket masih jadi persoalan utama kita di kuartal II kemarin, bahkan ada Lebaran dan sebagainya karena tiket masih mahal tidak menggerakan sektor transportasi," ujarnya.

Meski demikian, kata dia, pemerintah perlu membuat kebijakan sampai akhir tahun ini agar mampu memperbaiki sektor transportasi udara.

"Menurut saya, kebijakan tersebut harusnya dipermanenkan sampai 6 bulan. Karena kalau nanti dicabut ekonomi belum normal akan berdampak lagi," ucapnya.

 




Berita Lainnya

Darmin Ngaku Soal Harga Beras Bikin Pusing

19/10/2019 01:13 - Indah Pratiwi

Sertifikasi Halal Tidak Lagi Melalui MUI

16/10/2019 21:07 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA