Thursday, 22 Aug 2019
Temukan Kami di :
Investasi

Regulasi Pembangunan Sejuta Rumah Bersubsidi Harus Diperjelas

Indah Pratiwi - 07/08/2019 23:10

Beritacenter.COM - Sekretaris Jenderal Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida menyebutkan program pembangunan satu juta rumah dalam kurun waktu lima tahun yang tidak tercapai lebih banyak disebabkan karena pemerintah tidak konsisten terhadap regulasi.

Hal in, kata dia, program pembangunan satu juta rumah dibarengi dengan subsidi. Namun, pemerintah justru melihat pembangunan perumahan secara umum hanya bergantung pada makro ekonomi belaka.

“Kalau regulasinya konsisten subsidi berjalan saya kira bisa capai target. Persoalannya pemerintah melihat pembangunan perumahan hanya berdasarkan asumsi ekonomi makro. Padahal, yang mau dibangun itu rumah subsidi. Kalau rumah mewah ya tentu pasarnya mengacu pada geliat ekonomi di dalam negeri,” ujarnya.

Dia menambahkan, pembangunan satu juta rumah yang tiap tahun perhitungannya juga masih belum jelas lantaran ada program renovasi rumah dan program lain sejenis.

“Sekarang kalau mau dihitung ya harus konsisten program satu juta rumah itu yang bagaimana. Pencapaian keseluruhan juga dimasukkan renovasi dan program lain yang sejenis,” ungkapnya.

Dia berharap agar perumahan harus lebih diperjelas lagi ke depan. Hal ini juga terkait dengan sektor pendanaan atau subsidi yang keluarkan oleh pemerintah.

“Juga harus diliat lagi dana subsidinya yang habis sejak Juli kemarin. Itu yang membuat targetnya tidak tercapai," cetusnya.

Selain itu, kata dia, program rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang diprogramkan pemerintah telah mendapatkan penghargaan internasional. Hal itu ia apresiasi.

"Cuma ya itu, rumah subsidi itu adalah pembangunan yang tergabung dari regulasi bukan tergantung dari ekonomi makro, sedangkan adanya regulasi mempertegas pendanaan dari pemerintah,” ucapnya.

Apabila pemerintah terus mengubah regulasi tentang perumahan justru akan menghambat program pembangunan perumahan itu sendiri.

“Karena pemerintahan sebelumnya itu ngukurnya dari mana?. Kalau kita bicara rumah MBR, tahun lalu jumlahnya 256.000. Tahun ini karena subsidi berkurang hanya bisa menyediakan 160.000,” tuturnya.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah membuat program 5 juta rumah dalam lima tahun. Namun, kenyataannya dalam 5 tahun pemerintah hanya mampu membuat 4,8 juta rumah subsidi.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA