Tuesday, 21 Sep 2021
Temukan Kami di :
News

Jamaah Haji Terima Dana Wakaf Sebesar Rp22 Miliar

Anas Baidowi - 30/07/2019 12:20

Beritacenter.COM - Jamaah haji asal Provinsi Aceh menerima pembagian dana wakaf dari Baitul Asyi (rumah Aceh) di Kota Mekkah, Arab Saudi. Dana wakaf sebesar 6juta rial atau setara Rp22 miliar dibagi rata kepada 4.688 warga Aceh yang berangkat haji tahun ini.

Dana wakaf tersebut mulai dibagikan sejak Minggu (28/7) kepada jamaah kloter 1 dan 2 Embarkasi Aceh (BTJ) yang tinggal di zona Sysyah. Dana itu dibagikan langsung kepada jamaah haji di tempat menginap dan tidak bisa diwakili.

Pembagian pertama Kloter 1 di Alkhulafa Hotel 5 dan kloter 2 di Murjan Al Multazam. Kemudian dilanjutkan pembagian ke kloter ke 3 dan 4 di Al Khulafa Hotel 4 dan Murjan Al Multazam Hotel. Dana hibah tersebut rencananya akan dibagikan setiap hari hingga Senin (5/8) pekan depan, kecuali Jumat. Berdsarkan jadwal jemaah haji terakhir yang mendapat pembagian dana wakaf adalah kloter 12 yang menempati Hoterl Hajar Palace.

Penghubung Pemerintah Aceh dan Wazir Wakaf Baitul Asyi di Mekkah, Jamaluddin Affan Ashi mengatakan, dana wakaf diberikan langsung oleh nazir (pengelola) Wakaf Baitul Asyi, Syeikh Abdul Latif Baltou kepada jamaah haji Aceh.

Penerimaan dana wakaf tidak bisa diwakilkan, sehingga harus hadir saat pembagian. "Syeikh Baltou tidak akan memberikan kecuali kepada orangnya langsung, tidak bisa diwakilkan," katanya kepada tim Media Center Haji (MCH), kemarin.

Wakaf Baitul Asyi ini merupakan tanah wakaf yang diberikan oleh Habib Bugak Asyi pada 1224 H atau sekitar tahun 1800 Masehi.

Di depan Mahkamah Syariah, Habib Bugak mengucapkan ikrar wakaf yang menyatakan bahwa tanah wakaf dan manfaatnya diberikan kepada jamaah haji asal Aceh atau warga Arab Saudi keturunan Aceh atau warga Aceh yang menjadi mukimin di Arab Saudi.

Tanah wakaf yang lokasinya di samping Masjidil Haram tersebut kemudian dikelola oleh seorang nazir. Awalnya sebuah bangunan didirikan untuk menampung jamaah haji asal Aceh. Ketika ada proyek perluasan Masjidil Haram, tanah tersebut kemudian dialihkan menjadi aset-aset dalam bentuk bangunan hotel.

Seperti Elaf Masyair, Ramada Ajyad, dan Aziziyah Hotel di Mekkah. "Aset dari wakaf itu kini menjelma menjadi 5 bangunan yang berada titik-titik strategis di Mekkah," katanya.

Syaikh Abdul Latif Baltou menambahkan, wakaf Habib Bugak yang telah berusia lebih dari 200 tahun kini berkembang menjadi wakaf produktif, tidak hanya hotel, tapi juga berupa tanah dan unit usaha lain di Mekkah.

Hasil dari usaha wakaf itu kemudian sebagian diberikan jamaah haji Aceh dan warga Aceh lain di Arab Saudi. "Ini (pembagian wakaf) sudah berjalan 13 tahun. Tahun ini masing-masing jamaah haji mendapatkan 1.200 Riyal dan satu mushaf Alquran," katanya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA