Friday, 21 Jan 2022
Temukan Kami di :
News

Cegah Penyalahgunaan, Kemendagri Imbau Masyarakat Tak Unggah Data KTP dan KK di Medsos

Aisyah Isyana - 29/07/2019 09:55

Beritaacenter.COM - Guna mecegah oknum tak bertanggung jawab melakukan kejahatan atas data-data pribadi seseorang, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengimbau masyarakat untuk tidak mengunggah data kependudukan ke media sosial. Pasalnya, data itu nantinya akan muncul di mesin pencari (search engine) seperti Google.

"Banyaknya gambar KTP-el dan KK yang tersebar di Google juga menjadi celah bagi oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan," ujar Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh, Minggu (28/7/2019).

Terlebih, baru-baru ini terungkapnya praktik jual beli data Nomor Induk Kependudukan (NIK), KTP-el dan KK oleh grup tertutup Dream Market Official. Zudan menilai, banak seali data dan gambar KTP-el serta KK yang bertembaran di medsos dan mesin pencari.

"Sekadar contoh, ketik 'KTP elektronik' di Google, dalam sekedipan mata (0,46 detik) muncul 8.750.000 data dan gambar KTP elektronik yang gambarnya tidak diblur sehingga datanya terpampang atau terbaca dengan jelas," jelas Zudan.

"Begitu juga ketika ketik clue 'Kartu Keluarga' di Google, maka dalam waktu 0,56 detik muncul tak kurang 38.700.000 hasil data dan gambar KK, sambungnya.

Dia mengimbaunagar masyarakat tidak mudah untuk menyerahkan copy KTP-el, KK untuk suatu keperluan, seperti mengurus SIM dan lainnya melalui biro jasa. Begitu juga ketika mengisi ulang pulsa di konter atau warung kerap diminta menulis sendiri nomor HP di sebuah buku. Data Nomor HP di buku tadi ternyata laku dijual dan ada pembelinya.

"Data KTP-el dan Nomor HP kita itu sudah kita sebarluaskan sendiri saat masuk hotel, perkantoran, dan lain-lain. Tak ada jaminan data tadi aman tidak dibagikan ke pihak lain sehingga muncul banyak penipuan," kata Zudan.




Berita Lainnya

Lurah Kelurahan Gelora Positif Covid -19

20/01/2022 20:25 - Rahman Hasibuan
Kemukakan Pendapat


BOLA