Sunday, 25 Aug 2019
Temukan Kami di :
Internasional

China Kesandung Utang Besar

Indah Pratiwi - 22/07/2019 14:43

Beritacenter.COM - Republik Rakyat Tiongkok(RRT) dikenal negara pemberi pinjaman yang dominan di dunia, bahkan muncul istilah Diplomasi Jebakan Utang (Debt-Trap Diplomacy). Ternyata, mereka juga terjebak utang yang jumlahnya signifikan.

Dilansir South China Morning Post, utang China telah meroket hingga 300 persen dari GDP mereka. Nominalnya hingga USD 40 triliun atau setara Rp558.000 triliun (USD 1 = Rp13.967).

Utang China yang semakin menumpuk membuat surat utang untuk meringankan ekonomi yang sedang melambat. Institute of International Finance (IIF) mencatat utang China hampir menyentuh 304 persen GDP mereka dalam tiga bulan pertama 2019.

Analis Moody's melaporkan usaha China melawan 'shadow banking', alias jalur peminjaman uang non-bank, juga akan berkurang karena pemerintah China berupaya menambah stimulus kredit akibat dampak buruk dari perang dagang yang semakin gencar.

Dilansir CNBC, kucuran utang dari China ke berbagai negara membengkak menjadi lebih dari USD 5 triliun atau Rp69.000 triliun (USD 1 = Rp13.921). Itu berdasarkan data periode 2000 dan 2017.

"Itu telah mentransformasi China menjadi kreditor resmi terbesar yang dengan mudah melewati IMF dan Bank Dunia," tulis laporan yang ditulis Carmen Reinhard dari Universitas Harvard bersama Christoph Trebesch dan Sebastian Horn dari Kiel Institute.

Berdasarkan studi, ada 2.000 pinjaman China kepada 152 negara pada tahun 1949-2017. Tercatat sejak tahun 2015 saja ada 50 negara berkembang yang terus menambah utang dari China.

"Gencarnya pinjaman utang internasional itu adalah hasil pertumbuhan ekonomi China yang cepat, tetapi juga karena kebijakan going global dari China," ujar Tresbech yang menjadi kepala peneliti keuangan internasional dan pemerintahan dunia di Kiel Institute.

China sering dikritik menggelontorkan utang lewat program Jalur Sutera Baru mereka. Foreign Policy dan berbagai pengamat kerap menyebutnya sebagai Diplomasi Utang (debt diplomacy) atau utang jebakan.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA