Friday, 06 Dec 2019
Temukan Kami di :
Opini

"LOGIKA ANEH SANG PECUNDANG"

Indah Pratiwi Budi - 22/07/2019 14:30

Saya tidak tahu bagaimana bisa dulu seorang Amien Rais bisa menjadi seorang guru besar. Bagaimana bisa, orang yang se-kualitas dia pernah dijuluki sebagai bapak reformasi. Dua pertanyaan tadi muncul karena keheranan saya membaca di media atas ujaran dari Amien Rais tentang syarat rekonsiliasi kepada Jokowi.

"Kalau Presiden Jokowi mau rekonsiliasi syaratnya pembagian kursi di kabinet harus setara dengan perolehan suara dalam Pilpres yaitu koalisi Jokowi mendapat 55% dan jatah kubu Prabowo 45%. Disamping itu Jokowi harus melaksanakan program kampanye Prabowo-Sandi" ujar Amien Rais.

Saat dia omong begitu, entah dia sudah pikun atau salah makan obat atau nalarnya sudah defisit, saya tidak tahu. Yang saya tahu hal itu adalah ujaran orang terbodoh dan terkonyol yang pernah saya tahu. Amien Rais tidak bisa membedakan praktik sistem politik demokrasi parlementer dan sistem demokrasi presidential yang dianut di Indonesia. Dan yang jelas ujaran tersebut menandakan ujaran dari orang yang tidak tahu diri.

Amien Rais pikir dia itu siapa kok sok berani memberikan syarat ? Legal standingnya apa ? Posisi politisnya dimana, mengingat PAN juga termasuk level papan bawah dalam perolehan kursi legislatif. Amien Rais bukan peserta Pilpres dan dia juga tidak punya kuasa mewakili kubu Prabowo. Jadi teori mana yang dipakai Amien Rais bahwa pihak pecundang dalam Pilpres bisa menentukan syarat dalam rekonsiliasi ?

Amien Rais telah kembali mempermalukan diri sendiri. Jangankan akan didengar Presiden Jokowi, orang-orang separtainya pun saya yakin akan malu mendengar ujaran konyol ini. Amien Rais lupa bahwa dia bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa.Terbukti nyinyirannya selama ini tidak pernah digubris oleh Jokowi. Sampai berbusa-busa dia omong apapun tidak akan punya pengaruh sebutir biji zara sekalipun pada kebijakan yang akan diambil Jokowi.

Jadi sangat wajar kalau akhirnya politisi Partai Demokrat juga mempertanyakan logika aneh dari sang Sengkuni ini. Karena saya yakin hanya orang yang tidak waras yang akan setuju dengan usulan konyol dari Amien Rais.

Yang membuat saya heran mengapa orang- orang terdekat Amien Rais khususnya anaknya tidak mengingatkan ulah "nggedrabrus" dari orang tua ini. Mengapa mereka begitu tega membiarkan orang tua ini terus nyinyir dan akhirnya hanya menjadi bahan olok-olok dan tertawaan seantero negeri ?

Saya tidak tahu apakah orang yang berkali-kali gagal dan terpuruk secara politis serta doanya tidak pernah didengar Tuhan bisa berakibat pada gangguan psikologis dan kejiwaan seseorang. Logika berpikir jadi konslet dan pikiran jadi "sengkle". Entahlah

Hidup itu memang pilihan. Dan entah mengapa pilihan yang diambil oleh Amien Rais adalah menjadi seorang pecundang yang kehilangan akal sehat.

Salam SATU Indonesia
22072019

Sumber : Facebook Rudi S Kamri




Berita Lainnya

212, Untuk Apa Reuni

05/12/2019 16:50 - Indah Pratiwi Budi

Reuni untuk Anies yang Tak Pernah Pede

04/12/2019 15:30 - Indah Pratiwi Budi

Mewaspadai Paham Radikal Mengincar Masyarakat

04/12/2019 14:51 - Indah Pratiwi Budi

Rasulullah SAW Pantas Dipuji di Langit dan Bumi

04/12/2019 01:17 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA