Monday, 16 Dec 2019
Temukan Kami di :
Politik

Pengamat: Airlangga Gagal, Bamsoet Lebih Unggul

Anas Baidowi - 22/07/2019 12:19

Beritacenter.COM - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ikut menyoroti sejumlah calon ketua umum (Caketum) Partai Golkar yang sudah mendeklarasikan diri untuk maju di Munas akan datang. Nama Airlangga dan Bambang Soesatyo (Bamsoet) disebut-sebut sebagai calon terkuat.

Peneliti utama politik LIPI, Lili Romli meyakini, dari sejumlah nama calon Ketua Umum Golkar nantinya akan mengerucut ke dua nama yakni Airlangga Hartanto dan Bamsoet.

Lili melihat, sosok Bamsoet lebih unggul dari sisi personalia karena dianggap teruji memimpin DPR. Sedangkan Airlangga dinilai gagal dalam memimpin Golkar karena tak sedikit kritik dan penilaian negatif darang dari sesama kader partai.

Baca Juga: Oh Amien Rais! Awal Tolak Rekonsiliasi, Kini Ngemis Minta Jatah

"Bambang sudah membuktikan ketika kepemimpinan di DPR ini mampu ternyata. Dia dari bawah karirnya, dari media massa, pengusaha, aktivis, terus masuk politik, kemudian puncak sekarang ketua DPR dan ketua DPR banyak terobosan. Penilaian DPR positif tadinya terpuruk. Peluang dia menjadi saingan berat Airlangga," kata Lili di Jakarta, Senin (22/7/2019).

Lili menilai, kepemimpinan Airlangga terlihat lemah ketika mengelola Golkar dengan menurunnya suara partai dan berkurangnya kursi di DPR. Bahkan, Airlangga juga terlihat tidak menunjukkan kinerjanya sebagai menteri perindustrian.

Menurut Lili, penurunan suara Golkar dan berkurangnya kursi di parlemen berbanding terbalik dengan Nasdem yang notebene pecahan partai berlambang beringin itu. Nasdem secara suara dan perolehan kursi di parlemen naik signifikan dibanding Pemilu 2014.

Baca Juga: Harus Ada Polisi dan Jaksa di Pimpinan KPK, Antasari Azhar: Itu Sejalan Dengan UU KPK

"Memang terlalu low profile Pak Airlangga ini, memimpin partai enggak bisa. Sebagai partai besar kan harus menunjukkan juga hasil kepemimpinan yang menunjukkan partai besar. Dia kan low profile saya lihat. Itu bisa jadi kemudian faktor-faktor titik lemah dia," jelas dia.

Selain itu, Lili melihat Airlangga tidak banyak tampil dan melahirkan terobosan selama memimpin Golkar. Airlangga selama dua tahun memimpin Golkar, katanya, terlihat datar dan bahkan tak mampu mengonsolidasikan kekuatan partai.

"Memang yang tepat memang dicari tokoh bisa mempersatukan. Sekarang tantangan untuk kepemimpinan Golkar itu dua. Pertama, mengembalikan kepercayaan kepada Golkar yang terpuruk dirundung konflik terus pecah. Sekarang turun suaranya gimana gitu bisa lanjut. Kedua bisa mempersatukan di antara faksi yang ada. Silakan peserta (caketum) itu bersaing," pungkasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA