Wednesday, 26 Feb 2020
Temukan Kami di :
Nasional

Ini Kata Kompolnas Mengenai Tim Teknis Kasus Novel

Lukman Salasi - 20/07/2019 12:32

BeritaCenter.COM - Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Andrea H Poeloengan mengatakan, tim teknis kasus Novel Baswedan yang akan dibentuk Kapolri harus bisa memenuhi apa yang jadi perintah Presiden Jokowi.

“Perintah Presiden sudah jelas, di target 3 bulan ini untuk mengetahui perkembangannya, ya Kapolri harus bisa memenuhi hal tersebut, apa perkembangan yang signifikan dalam penanganan perkara NB,” kata Andrea dalam keterangannya, Sabtu (20/7/2019).

Tim teknis yang akan dibentuk nanti disarankan Andrea sebaiknya fokus melakukan penyelidikan pada 7 -Novel menambahkan satu- perkara high profile yang diduga TPF jadi penyebab penyerangan terhadap Novel.

“Sebaiknya Kapolri memerintahkan agar tim teknis berfokus kepada keterkaitan 6 perkara High Profile yang ditemukan oleh TGPF, dan tidak hanya itu, karena kemudian saudara Novel menambahkan 1 kasus High Profile lagi yaitu mengenai kasus ‘Buku Merah’,” kata Andrea dalam keterangannya, Sabtu (20/7/2019).

Tim teknis nantinya kata Andrea perlu membentuk 7 tim yang lebih teknis lagi sesuai jumlah kasus yang akan dilidik atau disidik. Ini juga menurutnya agar kasus Novel bisa terungkap sesuai tenggat waktu.

“Agar mempercepat pengungkapannya dalam 3 bulan ini, perlu dibuat 7 tim teknis dari Polri yang independen dan tidak memiliki potensi benturan kepentingan langsung,” sebutnya.

Jika nantinya ternyata tim teknis belum juga berhasil mengungkap pelaku penyiraman terhadap Novel, Andrea menyarankan agar Presiden Jokowi membentuk tim independen melalui Keppres.

“Kalau sudah 3 bulan (19 Oktober 2019), ternyata masih suram juga, maka tidak ada salahnya Presiden membentuk 7 Tim Terpadu Independen di bawah kordinasi 1 Pejabat yang ditunjuk oleh Presiden, melalui Keppres untuk memperdalam masing masing kasus dimaksud,” sebut Andrea.

“Tiap tim tersebut harus ada anggota Polrinya yang tidak pernah terkait dg tim-tim sebelumnya atau memiliki potensi benturan kepentingan,” tambahnya.

Selain itu, Dia juga meminta agar semua pihak memberikan dukungan bukan malah meragukan tim teknis yang nanti akan dipimpin Kabareskrim itu.

“Saya pikir tidak perlu ada keraguan terhadap penanganan kasus ini. Saya sangat percaya kemampuan Kabareskrim,” tegasnya.

Lantas, anggota Kompolnas periode 2016-2020 ini berharap Novel Baswedan sebagai korban mendukung dan membantu segala upaya dan langkah Polri demi mengungkap kasusnya secepat mungkin.

“Diharapkan juga saudar NB beserta pihaknya agar juga mendukung upaya yang dilakukan Polri untuk mengungkap kasusnya terutama upaya Polri memperdalam terkait ke 7 kasus High Profile tersebut,” ujarnya.

“Soal isu Jenderal itu yang katanya terlibat, yang katanya saudara Novel sendiri mengetahuinya ternyata kan yang bersangkutan tidak pernah menyebutkan siapa namanya dengan alat bukti pendukung,” tambah Andrea.

Tim apapun yang dibuat bisa saja tidak memuakan Novel Baswedan selaku korban. Apalagi jika pelakunya belum terungkap. Namun, ditegaskan Andrea, tim tentunya mencari fakta yang sesungguhnya tanpa berpretensi kepentingan apapun selain fakta apa adanya.

Andrea pun berharap Novel bisa menerima segala kemungkinan yang bisa saja terjadi.

“Agar saudara NB sebagai korban juga harus bisa legowo bahwa mungkin saja pelakunya tidak terungkap,” ucap Andrea.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA