Sunday, 25 Aug 2019
Temukan Kami di :
News

Akan Gelar Ijtima Ulama ke-4, Rakyat Udah Tidak Percaya Lagi...!

Indah Pratiwi Budi - 20/07/2019 13:00

Beritacenter.COM - Banyak pendukung Prabowo yang tidak puas dengan hasil kemenangan Jokowi-Amin di Pilpres 2019. Apalagi, Prabowo dengan legowo dan besar hati mengakui kekalahannya dan mengucapkan selamat kepada Jokowi.

Kebesaran hati Prabowo mengakui kekalahannya tidak diikuti oleh para pendukungnya, mereka akan menggelar ijtima ulama ke-4.

Sejumlah organisasi masyarakat, Front Pembela Islam (FPI); Gerakan Nasional Pengawal Fatwa atau GNPF Ulama; dan Persaudaraan Alumni atau PA 212 siap menggelar Ijtima Ulama ke-4 di Jakarta.

“Kemungkinan digelar Agustus 2019,” kata Ketua PA 212, Slamet Ma’arif, usai jumpa pers persiapan kegiatan Ijtima Ulama ke-4 di Jakarta, Senin, 15 Juli 2019.

Slamet mengatakan mereka akan berjuang dengan sekuat tenaga agar Ijtima ulama itu berjalan dengan sukses dan lancar. “Apa pun yang diputuskan, kami akan mengikuti dan memperjuangkan hasil Ijtima ulama,” kata Slamet.

Selain itu kata Slamet, semua pendukung organisasi siap memperjuangkan hasil Ijtima hingga di tingkat pengurus bawah. Karena mereka meyakini apa pun yang diputuskan untuk tujuan besar.

Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa atau GNPF Ulama, Yusuf Muhammad Martak mengatakan rapat tersebut untuk meneguhkan sikap keumatan dan bagaimana menyikapi keadaan situasi saat ini. Khususnya Ormas yang tergabung dalam Ijtima ulama.

“Sampai saat ini kami tidak terpengaruh dengan situasi dan kondisi saat ini, terkait peristiwa atau pertemuan apa pun yang dilakukan antar kelompok yang terjadi,” kata Yusuf.

Yusuf menegaskan apa pun hasil Ijtima ulama nantiya, sesuai dengan masukan para ulama, para habib, tokoh nasional serta pentolan FPI Rizieq Shihab.

Sekretaris Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) Munarman mengatakan Ijtima Ulama keempat bertujuan sekaligus sebagai wadah konsolidasi di kalangan ulama. “Karena bidang politik yang saat ini sangat seksi, makanya akan lebih banyak menarik perhatian. waktu itu momentumnya bertepatan dengan pemilu khususnya pilpres,” kata Munarman. Ia mengatakan dalam Ijtima Ulama keempat, mereka ingin mengevaluasi terkait seluruh keputusan.

rencana Ijtima Ulama IV oleh FPI, GNPF Ulama dan PA 212 merupakan acara penghiburan diri dan bertujuan menunjukkan eksistensinya yang kian meredup sejalan dengan kekalahan Prabowo-Sandiaga yang dijadikan kendaraan politik di Pilpres 2019. Ijtima Ulama IV juga terpaksa digelar untuk membicarakan kepulangan Rizieq Shihab ke Indonesia yang overstay dan didenda di Arab Saudi.

Perlu diketahui, Ijtima Ulama IV sebenarnya sudah tidak relevan dilakukan dan sentimen agama pun sudah mulai meredup tetapi tetap dipertahankan oleh GNPF Ulama, PA 212 dan FPI untuk mengambil panggung serta perhatian masyarakat, padahal mereka bukan orang penting yang bisa mengubah arah negara dan dengan hebohnya rencana Ijtima Ulama IV seolah-olah mereka menjadi kiblat semua warga negara. Tidak ada yang memperdulikan kelompok tersebut kecuali anggota atau gerombolonnya sendiri karena jelas Ulamanya pun tidak mewakili seluruh Indonesia, namun hanya yang sejalan dengan kelompok mereka




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA